Deretan Bandara Penopang Ibu Kota Baru RI

Trio Hamdani - detikFinance
Jumat, 07 Jan 2022 14:38 WIB
Pindah Ibu Kota
Foto: Pindah Ibu Kota (Denny Pratama/detikcom)
Jakarta -

Ibu kota negara (IKN) bakal pindah ke Kalimantan Timur. Akses konektivitas pun mulai disiapkan, dari sisi udara ada dua bandara yang bakal menopang Kalimantan Timur.

Dua bandara tersebut adalah Bandara SAMS Sepinggan di Balikpapan dan ATP Pranoto di Samarinda. Kementerian Perhubungan pun mulai mempersiapkan dua bandara ini agar mampu menunjang kebutuhan ibu kota baru.

"Sepinggan dan APT Pranoto direncanakan akan jadi pendukung IKN," ujar Kepala Otoritas Bandara Wilayah VII Kementerian Perhubungan Anung Bayumurti dalam acara Penandaan Aset SBSN di Institut Teknologi Kalimantan (ITK), Balikpapan, Kalimantan Timur, Rabu (5/1/2022).

Pengembangan paling banyak dilakukan di Bandara ATP Pranoto. Anung menjelaskan bandara APT Pranoto di tahun 2021 telah melakukan peningkatan kapasitas taxiway alias penghubung landasan pacu. Sementara itu, di 2022 ini bandara tersebut akan melakukan peningkatan runway.

"Kondisi APT Pranoto sudah selesai upgrade-nya terkait kapasitas. Dengan dana SBSN dibangun taxiway dan angle taxiway, itu sudah selesai 2021. Di 2022 ini nanti akan memperbaiki atau rekonstruksi runway," ungkap Anung.

Anung menjelaskan rencana besar pengembangan APT Pranoto untuk menunjang IKN. Pertama adalah landasan pacu yang akan diperpanjang menjadi 3.000 meter dengan begitu pesawat sebesar Airbus 330-neo bisa mendarat di bandara ini.

"Pergerakan per jam saat ini hanya 5 pergerakan pesawat, untuk menunjang IKN akan ada tambahan taxiway jadi bisa menambah jadi 9 pergerakan pesawat per jam," jelas Anung.

Sementara itu, untuk bandara SAMS Sepinggan, sampai saat ini memiliki kapasitas 26 pergerakan pesawat per jam dengan pesawat terbesar yang bisa ditampung adalah jenis Boeing 767. Bandara ini juga memiliki kapasitas runway sepanjang 2.500 meter.

"Diharapkan ini akan ditambah runway-nya jadi 3.250 meter panjang landasan. Kapasitasnya pun makin meningkat, bandara ini akan bisa layani maksimal Boeing 777," papar Anung.

Dalam paparan Anung, ada juga rencana pembangunan bandara VVIP yang letaknya di dekat IKN. Bandara itu akan memiliki runway sepanjang 3.000 meter, dan mampu menampung pesawat paling besar seukuran Boeing 777-300.

Rencananya bandara ini butuh biaya pembangunan hingga Rp 5,3 triliun dengan luas area yang dibutuhkan sebesar 325 hektare.

(toy/dna)