ADVERTISEMENT

Terpopuler Sepekan

Bagaimana Nasib Sirkuit Mandalika Usai MotoGP?

Aulia Damayanti - detikFinance
Sabtu, 26 Mar 2022 20:00 WIB
LOMBOK, INDONESIA - MARCH 19: MotoGP rider Miguel Oliveira #88 of Portugal and Red Bull KTM Factory Racing competes during the qualifying round of the MotoGP Grand Prix of Indonesia at Mandalika International Street Circuit on March 19, 2022 in Lombok, Indonesia. (Photo by Robertus Pudyanto/Getty Images)
Sirkuit Mandalika/Foto: Getty Images/Robertus Pudyanto
Jakarta -

Gelaran Pertamina Grand Prix of Indonesia, nama resmi MotoGP Mandalika 2022 telah selesai. Bagaimana nasib Sirkuit Mandalika?

Potensi sirkuit bisa terbengkalai karena infrastruktur di wilayah Sirkuit Mandalika masih lemah hingga jauh dari pusat kota dinilai membuat minat masyarakat ke sana minim.

Jadi harus dipikirkan acara selanjutnya agar bisa menarik minat masyarakat ke sana. Hal ini dikatakan oleh Analis Kebijakan Publik dari Universitas Trisakti, Trubus Rahadiansyah.

"Potensi terbengkalainya itu sangat tinggi menurut saya karena itu jauh dari kota-kota besarnya, kemudian keberadaannya ada di pulau yang dari Bali juga relatif jauh. Itu harus dibuat event-event yang menarik terkait street race," kata Trubus, dikutip Sabtu (21/3/2022).

Jika nantinya tidak diadakan acara lagi yang membuat animo masyarakat bergairah untuk datang ke Mandalika. Pada akhirnya proyek tersebut dinilai akan menjadi terbengkalai.

"Pengelola Mandalika harus proaktif, kalau tidak, terbengkalai jadinya buang-buang uang anggaran besar," tuturnya.

Kemudian, Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio mengatakan infrastruktur sekitaran Sirkuit Mandalika harus disempurnakan agar pada saatnya ada ajang balap lagi bisa lebih siap. Setelah itu, apa yang sudah ada perlu dijaga dan dirawat.

"Mandalika harus ada event-event balapan lokal maupun Internasional yang bisa menghasilkan pemasukan buat pengelola. Kalau tidak ada, uangnya dari mana? APBN? Atau Pertamina suruh ngucurin uang terus? Ya nggak bisa, jadi harus bisa sendiri untuk membiayai," imbuhnya.

Sebelumnya diberitakan bahwa Indonesia mendapat kontrak 10 tahun untuk menggelar MotoGP dari penyelenggara, Dorna. Hal ini juga yang diharapkan Menteri BUMN Erick Thohir

"Saya rasa event MotoGP ini ditangani serius karena ini event yang berlangsung tidak sekali-sekali di Indonesia, tetapi event ini insyaallah berjalan 10 tahun di Indonesia. Artinya ada kesinambungan dalam memposisikan Indonesia di dunia, sebagai negara besar," kata Erick dalam jumpa pers.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT