Diusulkan Dapat PMN Rp 30 T, Hutama Karya Bakal Kebut Tol Trans Sumatra

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 17:08 WIB
Petugas memantau kondisi di depan gerbang tol Sigli - Banda Aceh (Sibanceh) seksi II Jantho-Seulimum di Aceh Besar, Aceh, Selasa (19/4/2022). PT Hutama Karya (HK) mengupayakan agar jalan tol seksi II tersebut dapat digunakan masyarakat Provinsi Aceh untuk perjalanan mudik Idul Fitri 1443 Hijriah karena sudah memiliki surat keputusan pengoperasian dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). ANTARA FOTO / Irwansyah Putra/nym.
Foto: ANTARA FOTO/IRWANSYAH PUTRA
Jakarta -

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengusulkan alokasi Penyertaan Modal Negara (PMN) kepada PT Hutama Karya (Persero) sebesar Rp 30,56 triliun pada anggaran 2023. Usulan ini dikemukakan dalam rapat kerja BUMN dengan komisi VI DPR RI pada Selasa lalu.

Wakil Direktur Utama Hutama Karya, Aloysius Kiik Ro menjelaskan bahwa penambahan PMN kepada Hutama Karya akan menjadi setoran modal pemegang saham ke perusahaan. Hutama Karya 100 persen dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia.

Aloy menambahkan, saat ini rencana PMN untuk Hutama Karya masih dalam tahap pengajuan. Perusahaan berharap proses pengajuan dapat diterima sesuai jadwal demi percepatan pembangunan ruas-ruas Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS).

"Sehingga Hutama Karya dapat mengoptimalkan dana PMN untuk percepatan pembangunan ruas-ruas JTTS," terang Aloy, dikutip dari pernyataan tertulisnya, Rabu (15/6/2022).

Hutama Karya memproyeksikan realisasi PMN tahun anggaran 2023 akan diterima pada triwulan II 2023. Nantinya, PMN tersebut akan digunakan untuk penyelesaian pembangunan ruas-ruas JTTS tahap 1 seperti, Ruas Binjai - Langsa Rp1 ,096 miliar, Ruas Indralaya - Muara Enim Rp 1,028 miliar, Ruas Kisaran - Indrapura Rp1,176 miliar, Kuala Tanjung - Parapat Rp 3,037 miliar.

Kemudian, Ruas Bengkulu - Tb. Penanjung Rp 266 miliar, Ruas Sigli - Banda Aceh Rp 952 miliar, Ruas Padang - Sicincin Rp 5,339 miliar, Ruas Pekanbaru - Pangkalan Rp 797 miliar. Dimulai juga pembangunan ruas JTTS tahap dua, seperti Ruas Betung - Tempino - Jambi Rp 8,962 Miliar dan ruas Junction Pekanbaru - Bypass Pekanbaru Rp 7,909 miliar.

Ia menyebut Sumatra merupakan penghasil Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar kedua setelah Jawa. Sehingga, Aloy melihat perlu adanya peningkatan konektivitas untuk dapat memaksimalkan potensi pertumbuhan lewat JTTS

Selain itu, pembangunan JTTS diharapkan akan mampu meningkatkan perekonomian Indonesia melalui penambahan penerimaan fiskal negara, munculnya pusat perekonomian baru, dan peningkatan pendapatan rumah tangga di sepanjang koridor JTTS.

Rencananya, di sepanjang koridor jalan tol akan dibangun kawasan industri, misalnya Kawasan Industri Binjai. Adanya JTTS juga bisa meningkatkan minat investor menanamkan modalnya di pulau Sumatra.

JTTS juga menjadi pemantik terhadap pariwisata setempat. Dengan adanya JTTS waktu tempuh perjalanan di Sumatra akan menjadi lebih efisien. Misalnya, dari Bakauheni sampai dengan Palembang waktu tempuh yang sebelumnya kurang lebih 10 jam menjadi 4,5 jam.

"Dan juga pembangunan JTTS diproyeksikan akan mampu menyerap tenaga kerja sampai dengan 2,3 juta orang selama masa konsesi jalan tol," tutup Aloysius.

(dna/dna)