Tol Puncak Tembus Cianjur 18 Km Mau Dibangun, Ini Rutenya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 15 Jun 2022 19:15 WIB
Sejumlah kendaraan memadati jalur wisata Puncak di Simpang Gadog, Ciawi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/5/2022). Satlantas Polres Bogor memberlakukan sistem satu arah secara situasional untuk mengurai kepadatan di jalur wisata Puncak, Bogor saat libur panjang akhir pekan. ANTARA FOTO/Arif Firmansyah/foc.
Foto: ARIF FIRMANSYAH/ARIF FIRMANSYAH
Jakarta -

Pemerintah bakal melakukan pembangunan jalan tol untuk mengatasi kemacetan jalan raya Puncak, Bogor, Jawa Barat. Direktur Jenderal (Dirjen) Bina Marga Kementerian PUPR Hedy Rahadian mengatakan pembangunan jalan tol adalah solusi terbaik yang mungkin dilakukan untuk menangani kemacetan di kawasan Puncak.

Dia mengatakan pemerintah berencana untuk melakukan pembangunan jalan bebas hambatan alias jalan tol dari Caringin menuju Puncak dengan total panjang 18 kilometer. Rutenya, mulai dari Caringin-Cisarua-Gunung Mas.

Hedy menjelaskan, pengusahaan jalan tol ada dua skema yaitu dengan jalur solicited dan jalur unsolicited atau biasa juga disebut prakarsa.

Jalur solicited yaitu masuk ke dalam rencana kerja (pipeline) kementerian. Ditjen Bina Marga akan melakukan proses pra-FS (feasibility study) yang tahun ini sedang dilakukan, kemudian FS, AMDAL, pembebasan tanah, dan sebagainya.

"Nanti akan dilihat apabila butuh dukungan pemerintah tentu akan masuk ke dalam antrian dukungan pemerintah," jelas Hedy dalam keterangannya, dikutip dari website resmi Bina Marga, Rabu (15/6/2022).

Ataupun jalan tol ini dibangun lewat jalur yang kedua yaitu jalur prakarsa dengan melibatkan badan usaha swasta. Dirjen Bina Marga menyebut, itu bisa lebih cepat, dan sebagai salah satu solusi yang harus dieksplore.

"Kalau memang dari model bisnisnya yang teman-teman hitung memungkinkan untuk prakarsa, kita akan tawarkan secara prakarsa kalau ada yang berminat," lanjut Hedy.

Sebetulnya, menurut Hedy ada tiga solusi yang ditawarkan Bina Marga untuk masalah kemacetan puncak. Namun, opsi membangun jalan tol dinilai menjadi yang terbaik.

Selain pembangunan jalan tol, pihaknya melakukan pelebaran jalan, akan tetapi hal tersebut terkendala dengan lahan yang sekarang sudah mahal. Solusi lainnya adalah penataan simpang, hal tersebut dikarenakan hasil penilaian ada empat atau lima titik kemacetan di jalur tersebut.

Usulan pembangunan jalan tol ini diungkapkan Hedy di depan Komisi V DPR RI yang melakukan kunjungan kerja Spesifik di kawasan Puncak, Bogor awal Juni lalu. Ketua rombongan Komisi V DPR RI Lasarus mangatakan pemerintah harus segera mencari solusi untuk mengatasi kemacetan tersebut.

Lasarus mengatakan Komisi V DPR RI mendukung penuh langkah yang diambil oleh pemerintah dalam mengatasi kemacetan, termasuk dalam rangka membangun jalan tol sepanjang 18 kilometer.

"Kita sepakat seluruh tim rombongan Komisi V setelah mendengarkan penjelasan dari Ditjen Bina Marga bahwa solusi satu-satunya kita mesti bangun Jalan Tol mulai dari Caringin-Cisarua-Gunung mas dengan panjang 18 kilometer. Kita berharap ini bisa dimulai prosesnya di 2022 dan segera difungsikan," terang Lasarus.



Simak Video "Tol Jagorawi Arah Jakarta Padat-Merayap Malam Ini"
[Gambas:Video 20detik]
(hal/das)