ADVERTISEMENT

Kereta Cepat JKT-BDG: Molor, Biaya Bengkak Kini China Minta Pemerintah Talangi

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 10:53 WIB
Pengerjaan pembangunan Kereta Cepat Jakarta Bandung terus berlangsung. Pemasangan girder box yang dilakukan di CY1 baik arah Jakarta atau Bandung telah rampung.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Pembangunan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung masih menemui kendala. Paling baru PT Kereta Cepat Indonesia China meminta pemerintah untuk menalangi atau menanggung biaya pembangunan yang bengkak.

Hal ini terjadi karena adanya kelebihan biaya atau cost overrun dalam pengerjaan konstruksi proyek itu.

Pembangunan proyek ini memang banyak 'dramanya' dan menjadi sorotan. Bahkan proyek terancam molor karena kurangnya biaya.

Pada awal Juli tahun ini disebutkan kondisi keuangan KCIC semakin menipis dan cuma mencukupi bulan September saja. Hal ini membuat harapan proyek selesai Juni 2023 tak akan terrealisasi.

Molornya proyek ini membuat biaya menjadi bengkak. Dalam catatan detikcom, proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung awalnya diestimasi hanya memakan biaya US$ 5,5 miliar, kemudian membengkak jadi US$ 5,8 miliar dan meningkat lagi jadi US$ 6,07 miliar.

Saat ini proyek Kereta Cepat kembali berpotensi bengkak. Diperkirakan ada pembengkakan biaya lagi mencapai US$ 1,176-1,9 miliar menjadi maksimal US$ 7,97 miliar.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

Simak juga Video: Viral! Jembatan Antilope 'Tertutup' Girder Kereta Cepat, Tak Semua Mobil Bisa Lewat

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT