ADVERTISEMENT

Tol Solo-Yogyakarta Dibangun Melayang demi Hindari Situs Yoni

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 27 Jul 2022 21:15 WIB
Pembangunan fisik proyek jalan tol Yogya-Solo sudah mulai dikerjakan di Boyolali. Saat ini progres pembangunan fisik baru mencapai 10 persen.
Foto: Ragil Ajiyanto
Jakarta -

Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo membentang 96,57 kilometer (km). Pembangunan jalan tol ini melintasi dua provinsi, yaitu Jawa Tengah sepanjang 35,64 km, dan Daerah Istimewa Yogyakarta 60,93 km.

Saat ini pelaksanaan konstruksi sudah memasuki pengerjaan Seksi 1 ruas Kartosuro-Purwomartani sepanjang 42,38 Km terbagi menjadi Paket 1 Solo-Klaten (22,3 km), dan Paket 2 Klaten-Purwomartani (20,08 km) dengan progres konstruksi kedua paket pekerjaan telah mencapai 20,72%.

"Pembangunan Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo sangat memperhatikan kearifan lokal, bangunan bersejarah serta mempertahankan dan tetap melestarikan situs-situs cagar budaya dan purbakala yang ada," tulis keterangan BPJT, Rabu (27/7/2022).

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) sangat memperhatikan serta peduli dengan keberadaan bangunan bersejarah, situs-situs cagar budaya dan purbakala yang berada di Yogyakarta dan akan turut serta memperhatikan dan melestarikan yang ada di sekitarnya khususnya garis imajiner yang berada di Yogyakarta (melintasi Yogyakarta dari Gunung Merapi-Parangkusumo).

"Salah satu contoh penyesuaian desain jalan tol yang pernah dilakukan di wilayah Jawa Tengah adalah adanya rekayasa konstruksi jalan tol yang semula at grade menjadi elevated (melayang) untuk menghindari situs Yoni yang ada di Desa Keprabon, Kecamatan Polanharjo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah," lanjut keterangan tersebut.

Tol Solo-Yogyakarta akan menghubungkan Ibukota Provinsi DIY dengan Kota Solo sehingga akses menuju destinasi pariwisata nasional seperti Candi Prambanan. Selain itu juga mempersingkat waktu perjalanan masyarakat yang akan menuju ke Bandara Internasional Yogyakarta.

Selain itu, dibangunnya Jalan Tol Solo-Yogyakarta-YIA Kulon Progo juga memiliki peran penting dalam memberikan kontribusi signifikan bagi peningkatan perekonomian masyarakat pada segitiga emas sektor pariwisata adalah Joglosemar (Yogyakarta, Solo Semarang).

Tol Solo-Yogyakarta merupakan bagian dari jaringan jalan Tol Trans Jawa bagian Selatan-Tengah yang bertujuan untuk meningkatkan perekonomian Pulau Jawa dengan menambahkan kapasitas jaringan jalan, serta menurunkan biaya transportasi dan logistik melalui satu jaringan tol yang terintegrasi.

Untuk Seksi II Purwomartani-Gamping sepanjang 23,43 km terbagi menjadi 2 paket, yaitu Paket 2.1 Purwomartani-Monjali (9,43 km) dan Paket 2.2 Monjali-Gamping (14 km).

Kemudian Seksi III Gamping-Purworejo sepanjang 30,77 Km terbagi menjadi Paket 3.1 Gamping - Wates (17,45 km) dan Paket 3.2 Wates - Purworejo (13,32 km). Untuk Seksi II dan III masih dalam tahap persiapan pekerjaan fisik dengan target selesai pada tahun 2024 mendatang.

Pelaksanaan pembangunan Jalan Tol yang dikelola oleh Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) PT Jogjasolo Marga Makmur terdapat sembilan simpang susun (interchange) dan satu persimpangan (junction) Sleman. Kesembilan Simpang Susun (SS) tersebut yakni, SS Kartosuro, SS Karanganom, SS Klaten, SS Prambanan dan Manisrenggo, SS Purwomartani, SS Gamping, SS Sentolo, SS Wates, dan SS YIA.

(ara/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT