ADVERTISEMENT

Cerita Sopir Truk, Pilih Lewat Tol Trans Sumatera Ketimbang Jalan Nasional

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Jumat, 16 Sep 2022 11:27 WIB
Tol Binjai-Pangkalan Brandan
Foto: Dok. PT Hutama Karya (Persero)
Jakarta -

Was-was, mungkin kata yang tepat untuk menggambarkan perasaan beberapa pengendara yang kerap melintas di jalan nasional di Sumatera. Selain medan yang berat, mereka dihadapkan pada kondisi yang menantang di mana ada titik-titik tertentu rawan tindak kriminal.

Adanya titik-titik rawan ini sendiri telah menjadi pemahaman bersama bagi pengendara yang wira-wiri di jalan nasional.

"Biasanya kalau kita jalan dari Jakarta ke Palembang itu ada titik tertentu, ada yang malak lah, atau biasanya lebih serem lagi bajing loncat bisa habis barang kita diambil," kata Valentino kepada detikcom di Rest Area Tol Bakauheni-Terbanggi Besar, Senin (5/9/2022).

Valentino sendiri merupakan pria yang berprofesi sebagai sopir truk. Biasanya, ia mengirimkan komoditas pangan seperti beras dan buah-buahan dari Jakarta ke beberapa wilayah di Lampung seperti Metro, Kota Bumi dan Natar.

Dalam sepekan, setidaknya Valentino bolak-balik dari Jakarta ke sejumlah wilayah tersebut sebanyak dua kali. Hal itu tergantung adanya permintaan pengantaran.

Namun itu dulu. Kini, kekhawatiran Valentino untuk mengirimkan barang ke Sumatera bisa dibilang sirna. Hal terjadi setelah adanya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar.

"Buat kami para supir jadi lebih aman, angka kriminalitas kan berkurang soalnya kalau kita lewat jalan nasional itu biasanya ada titik-titik tertentu yang kita biasa harus memberikan uang lah istilahnya," terangnya.

Valentino pun memaparkan, dengan adanya Tol Bakauheni-Terbanggi Besar telah mempersingkat waktu tempuhnya. Sebelumnya, untuk Bakauheni ke Lampung bisa menghabiskan waktu sekitar 4 sampai 5 jam. Kini, waktu tempuh bisa dipersingkat menjadi sekitar 2 jam.

Tak cuma itu, ia menganggap, melintas di tol lebih nyaman. Jalan di Tol Bakauheni-Terbanggi Besar tidak bergelombang seperti halnya jalan nasional. Kemudian, jalurnya pun lebar sehingga bisa melaju di lajur kiri tanpa ada rasa khawatir 'bersenggolan' dengan pengendara motor maupun orang menyeberang jalan.

"Tempat istirahat juga rest areanya nyaman, jadi kalau kita nunggu waktu solat, tinggal nunggu. Kalau kita lewat jalan nasional harus nyari tempatnya, buat parkir kita juga susah," katanya.

Hal senada juga diungkap Edi yang juga pengguna Tol Bakauheni-Terbanggi Besar. Menurutnya, kehadiran tol yang diresmikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 2019 lalu ini tidak hanya mempersingkat waktu tempuh, tapi juga memberikan rasa aman bagi pengguna kendaraan.

Simak juga video 'Ini 17 Tol yang Ditargetkan Beroperasi di 2021':

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT