ADVERTISEMENT

Saluran Air Kuno di Proyek MRT Sudah Ada Sejak Abad 18, Ini Kegunaannya

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 08:49 WIB
Temuan Harta Saluran Air dan Jembatan Kuno di Jalur MRT Jakarta
Foto: Dok. MRT Jakarta
Jakarta -

Penemuan 'harta karun' di proyek MRT Jakarta tak ada habisnya. Terkini ada dua temuan situs bersejarah dalam proyek yang sedang dijalankan di sekitar kota tua tersebut.

Dalam bahan paparan Forum Jurnalis MRT Jakarta bulan September yang dilihat detikcom, Rabu (21/9/2022), di bulan Desember 2021 kemarin telah ditemukan temuan Saluran Air Kuno Batavia dan juga bagian Struktur Jembatan Glodok yang merupakan Objek Diduga Cagar Budaya (ODCB).

Saluran air yang ditemukan itu disinyalir merupakan bagian dari sistem pasokan air bersih Kota Batavia alias waterleiding pada abad 18. Saluran itu mengalirkan air bersih melalui kolam air atau water plat sampai menuju Benteng atau Kastil Batavia.

Dulunya banyak orang-orang Belanda tinggal di dalam kastil tersebut. Area kastil tersebut sekarang menjadi area Museum Fatahilah.

Menurut tim arkeologi dari kontraktor MRT Jakarta Junus Satrio Atmodjo saluran air ini memasok air hanya untuk masyarakat di dalam kastil Batavia saja. Junus memperkirakan ada sekitar 9-10 ribu orang di dalamnya, terdiri dari orang-orang Belanda dan budak dari masyarakat lokal.

Jalur pipa air ini direncanakan sekitar tahun 1730, pembangunannya memakan waktu cukup lama, bahkan di 1780 pun pembangunan saluran air ini belum selesai sepenuhnya. Di tahun 1800-an baru lah saluran air bersih ini bisa digunakan secara penuh. Katanya, proses pembangunan lama dikarenakan menunggu pengiriman material langsung dari Belanda.

"Direncanakan 1730, datanya 1755 masih dikerjakan, 1780 masih dikerjakan. Prosesnya lama karena bata-bata ini didatangkan dari Belanda, kita bisa bayangkan kapal-kapal Berlalu lalang ke sini membawa bata ini. Bata-bata ini kan sebagai balas ya, peyeimbang," ungkap Junus kepada wartawan saat berkunjung langsung ke temuan saluran air kuno.

Dalam bahan paparan Junus, dijelaskan pada 1730 VOC merencanakan antisipasi lingkungan kota yang kotor dengan memasok air bersih dari arah selatan Batavia. Salah satunya adalah dengan membentuk saluran waterleiding.

Ujung pipa disinyalir bermula di sebuah tempat bernama waterplaats yang berada di daerah Pancoran. Di tempat itu lah, air bersih ditampung dan didistribusikan.

Saluran pipa ini melewati beberapa kawasan penting saat itu, mulai dari gedung Wali Kota atau stadhuis dan juga Kastil Batavia. Saluran ini berakhir di sekitar Pasar Ikan.

Simak juga video 'Heboh Temuan Rel Trem Tertua di Indonesia, Arkeolog Beberkan Kondisinya':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT