ADVERTISEMENT

Bukan Cuma Satu-Dua, 'Harta Karun' di Proyek MRT Jakarta Ternyata Bejibun!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 21 Sep 2022 10:07 WIB
Pengerjaan MRT Jakarta Fase 2A terus dikebut, salah satunya pengerjaan paket CP 201 yang menghubungkan Bundaran HI-Harmoni. Begini progres terkini proyek tersebut.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Temuan 'harta karun' di proyek MRT Jakarta terus bertambah. Terkini ada saluran air dan struktur jembatan kuno dari kota tua Batavia ditemukan di beberapa sudut proyek MRT Jakarta.

Beberapa temuan besar banyak terjadi di sekitar kawasan Glodok dan Kota Tua. Dua temuan terakhir pun muncul di sekitar kawasan tersebut, tepatnya di depan bangunan Pantjoran Tea House.

Nyatanya, menurut tim arkeologi dari kontraktor MRT Jakarta Junus Satrio Atmodjo sebetulnya ada ribuan temuan 'harta karun'. Malah banyak di antaranya sudah tidak bisa lagi dianalisis karena hanya berupa pecahan-pecahan saja, misalnya pecahan-pecahan keramik.

"Wah banyak ada ribuan, tapi kecil-kecil, pecahan-pecahan keramik, potongan pipa banyak sekali. Karena kecilnya sampai nggak bisa kita ambil jadi sampel, karena tak bisa kita analisis," ungkap Junus kepada wartawan pada saat meninjau temuan saluran air kuno di proyek MRT Jakarta, Selasa (20/9/2022) kemarin.

Dua temuan terakhir cukup besar, yaitu struktur saluran air dan juga jembatan kuno zaman Kota Tua Batavia. Harta karun ini ditemukan pada akhir 2021 dan baru diperkenalkan ke publik kemarin.

Diketahui saluran air kuno yang ditemukan dulunya merupakan sistem pasokan air bersih Kota Batavia alias waterleiding pada abad 18. Saluran itu mengalirkan air bersih melalui kolam air atau waterplaat sampai menuju Kastil Batavia yang sekarang menjadi Area Museum Fatahilah.

Sementara itu, untuk temuan struktur jembatan kuno Glodok diketahui pernah dipakai untuk media penyeberangan kanal Kali Besar yang sekarang menjadi Jl. Pancoran dan Jl. Pinangsia Raya. Hal ini diketahui berdasarkan peta lama Batavia.

Dalam catatan detikcom, sebelumnya harta karun sudah sering ditemukan juga di MRT Jakarta. Temuan yang pernah menghebohkan adalah temuan jaringan rel moda transportasi trem yang pernah wira-wiri di Jakarta sejak zaman kependudukan Hindia Belanda.

Temuan ini muncul di sekitar pertengahan 2021, jaringan trem yang ditemukan cukup panjang, sekitar 400-an meter yang melintang dari kawasan Glodok menuju Museum Bank Mandiri di kawasan Kota Tua.

Jaringan trem kuno ini muncul tak lama setelah sejumlah artefak ditemukan juga di area pembangunan MRT Jakarta. Artefak-artefak ini ditemukan sejak akhir 2020 dan baru dipamerkan pada bulan Mei yang lalu. Beragam benda bersejarah itu diperkirakan berasal dari abad 18-20 Masehi.

Diketahui, ada 25 objek yang diduga merupakan benda bersejarah maupun cagar budaya yang telah ditemukan. Beragam artefak itu pun kini dipajang di ruang galeri 'visitor center' yang telah dibangun oleh pihak MRT Jakarta.

Sejumlah artefak atau bangunan bersejarah tersebut ditemukan di 14 titik penggalian yang berada di kawasan pembangunan MRT Fase 2A mulai dari kawasan bawah tanah Jalan MH Thamrin serta sebagian Jalan Medan Merdeka Barat.

Ada berbagai artefak yang ditemukan di area pembangunan MRT Jakarta Fase 2A tersebut, mulai dari fragmen keramik China, peluru, botol tembikar, gigi bovidae atau hewan pemamah biak seperti kerbau dan bison, hingga fragmen keramik Eropa.

Lihat juga video 'Heboh Temuan Rel Trem Tertua di Indonesia, Arkeolog Beberkan Kondisinya':

[Gambas:Video 20detik]



(hal/das)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT