Penjelasan Lengkap Kemenhub soal Banyak Infrastruktur Sepi Kala Pandemi

ADVERTISEMENT

Penjelasan Lengkap Kemenhub soal Banyak Infrastruktur Sepi Kala Pandemi

tim detikcom - detikFinance
Senin, 26 Sep 2022 13:47 WIB
Sederet bandara dibangun di berbagai lokasi dengan kucuran uang APBN. Ironisnya, setelah selesai dibangun bandara itu malah jadi sepi bagaikan mati suri.
Foto: Febrian Chandra/detikcom
Jakarta -

Pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) gencar melakukan pembangunan infrastruktur di masa pemerintahannya. Dari banyaknya infrastruktur yang dibangun, ada beberapa di antaranya yang jarang dimanfaatkan bahkan hingga akhirnya tak beroperasi, meski pembangunannya memakan triliunan rupiah.

Namun, sepinya infrastruktur yang dibangun itu bukan tanpa alasan. Pasalnya, Indonesia sempat dilanda pandemi virus Corona hingga dua tahun lebih. Sama seperti negara lain di dunia, pandemi kala itu mendorong adanya pembatasan aktivitas masyarakat. Itu berimbas juga pada aktivitas perjalanan yang makin minim.

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) lewat Juru Bicara Kemenhub Adita Irawati, memberikan penjelasan lengkap tentang apa yang terjadi pada infrastruktur nasional yang sudah susah payah dibangun pemerintah.

Berikut penjelasan lengkapnya:

Terkait Bandara, kita ketahui, pandemi membuat pergerakan pesawat, jumlah penumpang dan kargo di semua bandara mengalami penurunan yang signifikan. Situasi dan kondisi pandemi inilah yang menyebabkan sejumlah maskapai penerbangan mengurangi armada dan menutup rute-rute yang tidak padat, untuk engurangi biaya operasional.

Namun sekarang industri penerbangan kembali menggeliat. Hal ini ditunjukkan berdasarkan data industri penerbangan global oleh International Air Transport Association (IATA), momentum pemulihan lalu lintas penerbangan global mulai menguat.

Pada Juni 2022, lalu lintas penerbangan domestik maupun internasional sudah mencapai rata-rata 70% jika dibandingkan dengan masa sebelum pandemi (tahun 2019). Dengan rincian, lalu lintas penerbangan domestik mencapai 81% dan lalu lintas penerbangan internasional mencapai 65%.

Bandara Kertajati contohnya, saat ini sudah melayani penerbangan untuk kargo dan kinerjanya terus meningkat drastis. Pada tahun 2022 melayani 6.269 ton atau meningkat signifikan dibandingkan tahun 2021 sebanyak 146 ton. Kemudian, mulai November 2022, Bandara Kertajati bersiap melayani penerbangan komersial dan penerbangan umroh.

Kemenhub telah berkoordinasi dengan maskapai agar kembali membuka rute-rute penerbangan untuk melayani penumpang dari dan menuju Kertajati.

Dengan adanya rencana operasional jalan Tol Cisumdawu (Cileunyi-SumedangDawuan) pada bulan Oktober 2022, akan semakin cepat meningkatkan kembali geliat penerbangan di bandara ini.

Kemudian, di beberapa bandara kecil di Pulau Jawa seperti: Bandara JB Soedirman Purbalingga, Bandara Ngloram di Blora, dan Bandara Wiriadinata di Tasikmalaya.

Terhentinya penerbangan disebabkan karena pandemi dan juga adanya penutupan sementara Bandara Halim untuk dilakukan revitalisasi yang berdampak pada sejumlah rute penerbangan pesawat propeller dari Halim menuju ke bandara-bandara tersebut maupun sebaliknya.

Karena Bandara Halim menjadi hub dari bandara-bandara kecil tersebut dan pesawat kecil seperti propeller tidak bisa dilayani di Bandara Soekarno Hatta.

Namun kini, pandemi sudah mulai mereda dan Bandara Halim sudah kembali dibuka sehingga rute-rute penerbangan mulai kembali dibuka.

Untuk kembali kepada kondisi sebelum pandemi, membutuhkan waktu dan upayaupaya. Apalagi saat ini jumlah pesawat masih sangat terbatas untuk melayani masyarakat di seluruh Indonesia.

Dibanding sebelum pandemi, jumlah pesawat yang siap beroperasi tinggal 55% sampai dengan 60 % dari jumlah sebelum pandemi tahun 2019. Kami tengah berupaya sampai akhir tahun sudah ada peningkatan jumlah armada secara signifikan.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT