Tol Pondok Aren-Serpong Kerap Banjir, Pemilik: Kita Juga Rugi!

ADVERTISEMENT

Tol Pondok Aren-Serpong Kerap Banjir, Pemilik: Kita Juga Rugi!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 27 Okt 2022 18:05 WIB
Banjir di Tol BSD, Serpong, Tangerang Selatan terjadi pada Jumat (23/9) malam. Lalu lintas di lokasi banjir pun sempat dialihkan. Kini banjir sudah surut.
Ilustrasi/Foto: Andhika-detikcom
Jakarta -

PT Margautama Nusantara (MUN), anak usaha PT Nusantara Infrastructure buka suara soal jalan Tol BSD yang sering kebanjiran. MUN merupakan pemilik dari tol BSD lewat anak usaha badan usaha jalan tol PT Bintaro Serpong Damai yang mengoperasikan jalan tol Pondok Aren-Serpong.

Direktur Utama PT MUN Danni Hasan menjelaskan sebetulnya pihaknya juga merugi apabila jalan Tol BSD terus menerus kebanjiran. Malah menurutnya banjir yang terjadi di jalan tol tersebut bukan salah pihaknya, justru dia mengatakan pihaknya yang jadi korban dari banjir yang terjadi.

"Banjir ini sebenarnya tol BSD ini kita korban. Setiap ada banjir, mestinya kita dalam business plan seharusnya dapat pendapatan, malah nggak mendapatkan pendapatan," ungkap Danni dalam temu wartawan di Equity Tower, Jakarta Selatan, Kamis (27/10/2022).

"Kalau banjir itu kita juga malah rugi, kita nggak dapat pendapatan, kemudian melakukan biaya untuk pompa air keluar dan turunkan tingkat air di sekitarnya," katanya.

Menurutnya, banjir terjadi karena beberapa aktor. Pertama adalah tingkat curah hujan yang tinggi. Kedua, ada masalah pendangkalan sungai di sekitar jalan tol.

"Di sekitar BSD itu terjadi pendangkalan, bukan jalan tol kan jalan itu statik. Nah akibatnya terjadi banjir di sebelah wilayah community dan itu pengaruhi jalan tol kita, jadi kita ini sebenarnya korban," ujar Danni.

Direktur Operasi PT MUN Joko Santoso menambahkan memang telah terjadi pendangkalan dan penyempitan di sungai sekitaran jalan tol. Hal itu lah yang membuat air lebih mudah untuk meluap ke jalan tol. Penyempitan sungai saja dari awalnya 9 meter menjadi hanya 3-4 meter.

"Saya tambahkan kita ini bagian dari ekosistem jaringan sungai, selain ada pendangkalan juga ada penyempitan jalur di hulu dan hilir. Jalur yang dulu 9 meter tinggal jadi 3-4 meter kemudian berbelok segala macam. Jadi kemudian waktu curah hujan tinggi, meluap, nah area kami kan gede meluber ke sana," ungkap Joko.

Jalan Tol BSD memang seringkali kebanjiran. Dalam catatan pemberitaan detikcom sendiri banjir terakhir kali terjadi pada 6 Oktober 2022. Jalan Tol BSD yang mengarah ke Serpong dan Jakarta terendam banjir setinggi 40 sentimeter. Imbasnya, kedua arah tidak bisa dilintasi kendaraan.

"Informasi, sudah tidak bisa melintas kondisi saat ini, genangan air sudah cukup tinggi, kedua arahnya. Sudah 30-40 cm," kata petugas Jasa Marga, Ryan, saat dihubungi, Kamis (6/10/2022) yang lalu.

(hal/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT