Proyek Kereta Cepat Butuh Tambahan Dana, Kini Cari Utang Rp 16 T ke China

ADVERTISEMENT

Proyek Kereta Cepat Butuh Tambahan Dana, Kini Cari Utang Rp 16 T ke China

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 09 Nov 2022 22:50 WIB
Rangkaian Electric Multiple Unit (EMU) menjalani persiapan untuk uji dinamis di Tegalluar, Kabupaten Bandung, Jawa Barat, Rabu (9/11/2022). Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) akan menjalani uji dinamis di sela penyelenggaran Presidensi G-20 pada 16 November mendatang. ANTARA FOTO/Raisan Al Farisi/YU
Foto: ANTARA FOTO/RAISAN AL FARISI
Jakarta -

Proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung (KCJB) bengkak atau cost overrun sebesar US$ 1,449 miliar atau sekitar Rp 21 triliun lebih. Biaya proyek yang awalnya diprediksi US$ 6,071 miliar kini menjadi US$ 7,5 miliar.

Adapun bengkak biaya ini akan dibayar oleh konsorsium Indonesia sebesar Rp 3,2 triliun, dan konsorsium China sebesar Rp 2,1 triliun. Jumlah ini setara dengan porsi ekuitas 25%.

Sementara itu, sisa Rp 16 triliun lebih atau setara 75% akan dicarikan lewat pinjaman ke China Development Bank (CDB).

"Dari (cost overrun) Rp 21 triliun, harapannya 25% dari ekuitas. 75% akan dipenuhi dari pinjaman CDB sebesar Rp 16 triliun," ujar Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia Didiek Hartantyo dalam rapat dengar pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR, Jakarta, Rabu (9/11/2022).

Terkait hal ini, Didiek berharap pemerintah bisa mencairkan Penyertaan Modal Negara (PMN) sebesar Rp 3,2 triliun pada Desember 2022. Selain untuk menutupi bengkak biaya, PMN disebut bisa memastikan proyek KCJB akan beroperasi sesuai jadwal.

"Di kesempatan ini kami menyampaikan permohonan dukungan, persetujuan PMN kepada PT KAI sebesar Rp 3,2 triliun, untuk memenuhi porsi 25% ekuitas pihak Indonesia atas cost overrun proyek KCJB," ungkapnya.

Adapun target operasi KCJB adalah pada Juni 2023. Progres fisiknya sudah mencapai 79,51%m sementara progres investasi mencapai 90,6%.

Stasiun Halim pengerjaannya sudah mencapai 69,44%. Stasiun Karawang 65,99%, Stasiun Padalarang baru 9,75%, Stasiun Tegalluar 81,77%, dan Depo Tegalluar 52,65%.

Lihat juga Video: Jokowi-Xi Jinping Bakal Saksikan Uji Coba Kereta Cepat

[Gambas:Video 20detik]



(hns/hns)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT