Pengamat Nilai Saingan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berat

ADVERTISEMENT

Pengamat Nilai Saingan Kereta Cepat Jakarta-Bandung Berat

Ilyas Fadhillah - detikFinance
Kamis, 17 Nov 2022 13:24 WIB
BANDUNG, WEST JAVA, INDONESIA - 2022/11/16: Jakarta Bandung High-Speed Train (KCJB) or Comprehensive Inspection Train (CIT) was seen during the dynamic trial in Tegalluar. President Joko Widodo and Chinese President Xi Jinping are planning to see online the dynamic trial process of the 15 km Jakarta Bandung High-Speed Train with a limited speed of 80 km/hour during a sidelines visit from the G20 summit in Bali. (Photo by Algi Febri Sugita/SOPA Images/LightRocket via Getty Images)
Foto: Algi Febri Sugita/SOPA Images/LightRocket/Getty Images
Jakarta -

Kereta Cepat Jakarta-Bandung ditargetkan beroperasi bulan Juni 2023. Berdasarkan rekomendasi Kementerian Perhubungan, harga tiket kereta api cepat adalah Rp 250 ribu.

Namun, Kereta Cepat Jakarta-Bandung diprediksi akan punya banyak saingan. Apalagi rute Jakarta-Bandung punya banyak pilihan transportasi.

"(Kereta Cepat Jakarta-Bandung) kurang meyakinkan. Dia akan berkompetisi sama yang pakai jalur tol. Secara efisiensi misalnya, satu keluarga bisa 3-4 orang lebih efisien pakai mobil pribadi," kata Direktur Eksekutif Indef Tauhid Ahmad kepada detikcom, Kamis (17/11/2022).

Belum lagi masalah tarif yang dinilai Tauhid lebih tinggi dibanding pesaing lainnya. Misalnya dengan kereta Argo Parahyangan yang dibanderol antara Rp 95 ribu - Rp 135 ribu.

"Tarif ini kan relatif tinggi dibandingkan dengan Argo Parahyangan. Selama ada dualisme tarif yang tinggi, tentu saja orang akan pilih tarif rendah, terutama Argo Parahyangan ada yang Rp 100 ribuan kan. Orang akan bandingkan, apalagi ke Bandung tidak butuh waktu lama, 2 jam sudah sampai," jelasnya.

Tauhid memprediksi jumlah penumpang yang bolak-balik dari Jakarta-Bandung maupun sebaliknya akan jarang. Apalagi letak stasiun Kereta Cepat Jakarta Bandung bukan berada di pusat kota. Selain itu, perjalanan dari Jakarta menuju Bandung atau sebaliknya juga bisa ditempuh menggunakan kendaraan pribadi, bus atau travel.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Segara Institute Piter Abdullah menilai kompetisi antar transportasi akan terjadi selama alami. Ia menilai harga tiket Kereta Cepat Jakarta-Bandung Rp 250 ribu masih bisa bersaing dengan transportasi lainnya.

"Kompetisi ini akan terjadi alami, tapi akan terbentuk, mana yang akan bertahan. Ini mungkin harga yang Rp 250 ribu sekarang kompetitif dengan yang (Argo) Parahyangan yang relatif mirip," jelasnya.

Ia menilai, masyarakat yang butuh kecepatan bisa saja bergeser dari kereta reguler ke kereta cepat. Bahkan tidak mungkin kereta reguler akan menyesuaikan harga. Waktu tempuh Jakarta-Bandung dengan kereta cepat diprediksi hanya 45 menit.

Keduanya juga menanggapi kemungkinan melakukan perjalanan pulang-pergi Jakarta-Bandung untuk kebutuhan kerja. Menurut Tauhid dan Piter, hal ini mungkin saja dilakukan namun tidak setiap hari.

"Mungkin tapi kan ongkosnya besar, agak susah kalau setiap hari. Paling seminggu sekali, berangkat dari Jakarta ke Bandung Jumat, pulang lagi ke Jakarta Senin, mungkin saja," jelas tauhid.

Sebelumnya Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil memberikan pandangannya soal kereta cepat. Ia menilai tinggal di Bandung dan kerja di Jakarta sangat mungkin dengan hadirnya kereta cepat.

"Tinggal di Bandung dan kerja di Sudirman-Thamrin Jakarta, sekarang menjadi mungkin. Karena konsep jarak bukan lagi 'berapa jauh' tapi 'berapa lama'," tulisnya di akun instagram @ridwankamil



Simak Video "Jokowi Sebut Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung Bukan Bantuan China"
[Gambas:Video 20detik]
(zlf/zlf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT