Said Didu dan Arya Sinulingga Debat soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

ADVERTISEMENT

Said Didu dan Arya Sinulingga Debat soal Kereta Cepat Jakarta-Bandung

Shafira Cendra Arini - detikFinance
Sabtu, 03 Des 2022 12:00 WIB
Jubir TKN Jokowi-Maruf Amin yang juga  Wakil Ketua DPP Perindo, Arya Sinulingga
Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga/Foto: Samsudhuha Wildansyah/detikcom
Jakarta -

Perdebatan sengit terjadi antara Staf Khusus Menteri BUMN, Arya Mahendra Sinulingga dengan Mantan Sekretaris Kementerian BUMN Said Didu. Kejadian ini terpantau di Twitter pada Jumat malam.

Keduanya memperdebatkan isu KA Argo Parahyangan akan disetop saat Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) beroperasi tahun depan. Semua berawal dari cuitan Said yang mengomentari kabar tersebut.

"Demi China, apapun akan dilakukan. Sekalian aja Tol Jakarta-Bandung ditutup," cuit Said melalui akun Twitter pribadinya @msaid_didu, dikutip Sabtu (3/12/2022).

Tidak lama berselang, akun Twitter Arya @AryaSinulingga pun menanggapi cuitan Said dengan komentar cukup pedas.

"Orang tua @msaid_didu anda kan ex-sesmen BUMN ya, pasti ngerti bisnis, ketika produk kita saling kanibal apa yang anda lakukan? Kecuali dulu anda jadi Sesmen bukan karena pengetahuan bisnis anda bagus tapi karena punya backing?" bunyi cuitan @AryaSinulingga.

Perdebatan pun terus berlanjut. Said mengatakan, menurutnya seharusnya tidak membangun sesuatu yang menimbulkan efek 'saling kanibal' dan malah merugikan rakyat dengan transportasi mahal. Dari hal ini lah, menurutnya keputusan pemerintah menyangkut kedua kendaraan umum tersebut salah.

Muhamad Said DiduSaid Didu Foto: Ari Saputra

Tak gentar dengan komentar Said, Arya pun sempat mengirimkan foto tangkapan layar yang menunjukkan harga tiket kelas eksekutif dari KA Argo Parahyangan. Terlihat di sana, harga tiket di mulai dari Rp 170 ribu.

"Orang tua @msaid_didu rakyat kecil mana yang memakai Parahyangan eksekutif," bunyi cuitan Arya.

Tidak hanya itu, Arya pun juga sempat menyinggung soal Merpati Airlines. Arya mengatakan, Said perlu mengingat soal alasan kehancuran Merpati dulu.

Pada 2011 terjadi kecelakaan pesawat Merpati MA-60, buatan China, di Teluk Kaimana, Papua Barat. Dalam sejarah panjang pesawat tersebut, terlibat Said Didu yang dalam rentang itu sempat menjabat sebagai Sekretaris Menteri BUMN sekaligus Komisaris Merpati.

Netizen ikut berkomenter. Cek halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT