Dicoret PSN hingga 'Diamuk' Megawati, Pembangunan Bandara Bali Utara Tetap Jalan!

ADVERTISEMENT

Dicoret PSN hingga 'Diamuk' Megawati, Pembangunan Bandara Bali Utara Tetap Jalan!

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Rabu, 18 Jan 2023 18:55 WIB
Bandara Bali Utara
Foto: detik
Jakarta -

PT BIBU Panji Sakti menegaskan pembangunan Bandara Internasional Bali Utara di lokasi pesisir Kubutambahan, Buleleng, Bali tetap akan dilakukan. Meskipun bandara ini menuai amukan dari Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dan juga didepak dari daftar Program Strategis Nasional (PSN).

Direktur Utama PT BIBU Panji Sakti, Erwanto Sad Adiatmoko Hariwibowo mengatakan pihaknya sudah menyiapkan berbagai hal untuk membangun bandara. Mulai dari komitmen investasi dari investor hingga komitmen kerja sama dengan para kontraktor.

Namun, sampai saat ini pihaknya belum bisa memulai pekerjaan karena masih menunggu penetapan lokasi atau penlok pembangunan bandara dari Kementerian Perhubungan. Bila penlok sudah turun, pihaknya akan langsung mempercepat penggarapan Bandara Bali Utara.

"Persiapan sih sudah melangkah cukup jauh lah, makanya tidak mungkin dihentikan. Persiapan sudah signifikan, tinggal penlok turun langsung groundbreaking, siap sekali kita," ungkap pria yang akrab disapa Iwan ini saat berbincang dengan detikcom, di kantornya yang terletak di kawasan BSD, Tangerang Selatan, Rabu (18/1/2023).

"Sekarang bolanya di Kemenhub, kalau penlok keluar langsung jalan kita proyeknya," ujarnya.

Iwan menjelaskan pihaknya sudah meneken komitmen investasi dengan lembaga United Nations Sustainable Development Group (UNASDG) sebesar Rp 50 triliun. Dana segitu besar bakal digunakan untuk membangun bandara, aerocity, dan pengembangan aerotropolis. Khusus bandara sendiri biayanya mencapai Rp 17 triliun.

"Kita ini investasi sendiri, murni tanpa APBN. Karena skemanya KPBU," sebut Iwan.

Kontraktornya sendiri sudah ada China Construction First Group Corp. Ltd (CCFG) yang merupakan anak usaha salah satu BUMN terbesar di Negeri Tirai Bambu, China State Construction Engineering Corp. Ltd (CSCEC). Pihaknya juga menjalin kerja sama dengan kontraktor BUMN.

"Sebetulnya sudah aman semuanya, pembiayaan sudah ada agreement Rp 50 triliun dengan suatu lembaga. Kontraktor juga aman dari China, kontraktor lokal juga sudah siap. Supplier aja nih sudah pada datang ke lokasi site kita," ungkap Iwan.

Bersambung ke halaman selanjutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT