Kementerian Pekerjaan Umum (PU) telah menyelesaikan pembangunan 222 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dari total tersebut, sekitar 10-20 berlokasi di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Menteri PU Dody Hanggodo menjelaskan, penentuan lokasi pembangunan SPPG tidak dilakukan sendiri oleh Kementerian PU. Dody menyebut pihaknya berkoordinasi dengan Badan Gizi Nasional (BGN) dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
"Penentuan titik itu kan ditentukan bersama dengan Kemendagri dan BGN. Jadi mandatnya itu awalnya 3T, itu kan kita bicara ABPN ya, tapi kemudian untuk titiknya ditentukan bersama Kemendagri dan BGN. Jadi, memang kalo di 3T, ya ada beberapa di 3T, ada beberapa di PLBN, tapi yang deket-deket sini juga ada. Kita ikut arahannya saja," jelas Dody dalam media briefing di Kementerian PU, Jakarta Selatan, Jumat (5/6/2026).
Baca juga: 4 Gebrakan Bos Baru BGN |
Menurutnya, pembangunan dapur MBG dilakukan dengan target waktu yang ketat sehingga Kementerian PU berfokus pada kesiapan lahan dan konstruksi. Saat ini, seluruh bangunan telah selesai dibangun dan tengah memasuki proses serah terima kepada BGN.
"Hari ini sedang berproses serah terima dengan BGN. Kepala BGN mau mengecek satu-satu sebelum mereka menerima. Tapi secara utuh sudah selesai semua," ujarnya.
Dody menjelaskan terdapat dua tipe bangunan SPPG yang dibangun. Untuk dapur yang melayani kurang dari 1.000 penerima manfaat, bangunan dibuat berukuran sekitar 10 x 15 meter. Sementara untuk kapasitas lebih dari 1.000 hingga 3.000 penerima manfaat, dibangun fasilitas berukuran sekitar 20 x 20 meter.
Selain bangunan utama, setiap dapur juga dilengkapi fasilitas pendukung seperti instalasi pengolahan air limbah, sistem penyediaan air minum, hingga generator set untuk menjaga operasional tetap berjalan saat terjadi pemadaman listrik.
"Nah untuk yang penerima manfaatnya sampai dengan di atas 1.000 sampai dengan 3.000 itu kita bangunkan 20x20 meter persegi bangunannya doang ya. Tapi di situ plus-plus semua ada genset ada pengolahan air limbah untuk SPAM-nya juga kita siapkan gitu," tutup Dody menjelaskan.
(ily/ara)