×
Ad

BP BUMN dan Adhi Karya Minta Maaf ke Konsumen LRT City

Heri Purnomo - detikFinance
Selasa, 15 Sep 2026 19:39 WIB
Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf bersama perwakilan konsumen LRT City.Foto: Heri Purnomo/detikcom
Jakarta -

Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) dan PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) meminta maaf kepada para konsumen terdampak masalah proyek LRT City.

Hal ini disampaikan oleh Wakil Kepala BP BUMN Aminuddin Ma'ruf dan Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Moeharmein Zein Chaniago dalam pertemuan dengan perwakilan konsumen di Gedung BP BUMN, Jakarta, Selasa (15/9/2026).

Aminuddin memastikan persoalan tersebut akan diselesaikan.

"Yang pertama tentunya atas ketidaknyamanan selama ini kami memohon maaf. Yang kedua kami berkomitmen untuk menyelesaikan semua masalah," ujar Aminuddin.

BP BUMN akan menginventarisasi seluruh persoalan dan aspirasi dari para konsumen lebih dari 2.000 konsumen hingga 1 Oktober 2026.

Setelah seluruh persoalan diinventarisasi hingga 1 Oktober, pihaknya akan kembali menggelar pertemuan lanjutan sekitar 10-15 Oktober 2026 untuk membahas langkah penyelesaiannya.

Menteri Perumahan dan Kawasanm Permukiman Maruarar Sirait atau biasa dikenal dengan Ara, dan Kepala BP BUMN Dony Oskaria juga membentuk tim pengawas untuk penyelesaian masalah ini.

"Tadi juga dibentuk oleh Pak Ara bersama Pak Dony tim pengawas dari perwakilan korban, dari PKP dan BP BUMN. Pada kesempatan ini Pak Dony tadi menyampaikan kami tidak berpangku tangan, cuci tangan juga tidak sama sekali. Kami bertanggung jawab pada seluruh korban, negara hadir dan kami berkomitmen untuk menyelesaikan," terang Aminuddin.

Bos Adhi Karya Minta Maaf

Di tempat yang sama, Direktur Utama PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI) Moeharmein Zein Chaniago juga meminta maaf atas permasalahan yang ditimbulkan oleh anak usahanya. Dirinya berkomitmen akan mengawal persoalan ini hingga selesai.

"Jadi sekali lagi seperti halnya tadi kami juga minta maaf ini. Saya sebagai holding ya, sebagai Dirut daripada perusahaan induknya juga diminta dan ini kan sudah menjadi kewajiban kami untuk betul-betul concern untuk mengawal proyek ini untuk diselesaikan sesuai dengan timeline tadi yang sudah ditentukan," tutur Zein.

Moeharmein menegaskan akan menyelesaikan proyek tersebut dengan kualitas terbaik supaya konsumen tidak terzolimi. Hal ini sesuai dengan arahan BP BUMN dan Danantara sebagai pemegang saham.

"Yang jelas proyek ini diminta oleh tadi pemegang saham untuk diselesaikan dengan kualitas yang terbaik supaya tidak ada lagi konsumen atau korban yang dizolimi. Itu yang diperintah sangat jelas dan tegas tadi dari Kepala Danatara," ungkapnya.

Sebelumnya, BP BUMN dan Danantara telah meminta PT Adhi Karya (Persero) Tbk untuk menuntaskan kewajiban serah terima sekitar 2.400 unit di sejumlah proyek LRT City yang hingga kini belum diterima oleh pembeli.

Berdasarkan pemetaan Adhi Karya, dari sekitar 5.400 unit yang telah terjual, sebanyak 3.000 unit telah diserahterimakan kepada konsumen. Adapun hal ini diketahui dalam rapat Direksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk bersama Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara Dony Oskaria kemarin, Senin (14/9/2026).

Bersambung ke halaman berikutnya. Langsung klik




(hrp/hns)

Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork