×
Ad

KRL Makin Sesak, Satu Gerbong Isinya Bisa 480 Orang! 

Ilyas Fadilah - detikFinance
Rabu, 23 Sep 2026 18:45 WIB
Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Jakarta -

Kepadatan penumpang KRL Jabodetabek diungkap Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin. Dalam kondisi padat, satu gerbong KRL dapat menampung sekitar 480 penumpang atau mencapai delapan orang dalam setiap meter persegi.

Bobby menjelaskan satu gerbong KRL memiliki panjang sekitar 20 meter dan lebar 3 meter. Pada jam sibuk jumlah penumpang bisa mencapai 480 orang apabila setiap meter persegi ditempati delapan orang.

"KRL Jabodetabek ini kalau kita lihat panjangnya itu per kereta, per car itu 20 meter. Lebarnya itu sekitar 3 meter. Jadi rata-rata luasannya itu sekitar 60 meter persegi. Sekarang ini 1 meter persegi itu bisa 8 orang, jadi 400-an, 480," kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi VI DPR RI, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (23/9/2026).

Menurut Bobby, tingkat kepadatan ideal berada di kisaran enam penumpang per meter persegi atau sekitar 360 orang dalam satu kereta. Bobby berharap persoalan ini dapat dicapai melalui penambahan armada dan peningkatan infrastruktur KRL.

"Nah, tentunya dengan penambahan sarana, peningkatan prasarana, tentunya bisa kita capai ini. Insyaallah prasarananya kita bereskan sampai 2028," ujarnya.

Kepadatan paling tinggi terjadi pada lintas Rangkasbitung. Bobby menyebut tingkat okupansi di lintas tersebut telah melampaui 160%, sementara Bekasi berada di kisaran 120%, dan Bogor sekitar 130%.

Pada lintas Rangkasbitung, kepadatan bahkan disebut dapat mencapai 12 penumpang per meter persegi. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi jarak kedatangan antarkereta atau headway yang masih berkisar 10-15 menit.

"Nah, sementara kalau yang ke Rangkas bitung ini, itu 1 banding 12. Nah, ini karena headway kita itu masih 10-15 menit, karena pensinyalannya itu masih persinyalan yang zaman baheula. Jadi, persinyalantertutup," jelasnya.

KAI berencana meningkatkan sistem persinyalan sehingga headway KRL Rangkasbitung dapat dipangkas menjadi sekitar 4-5 menit. Pasokan listrik juga akan ditingkatkan agar lintas tersebut dapat mengakomodasi lebih banyak rangkaian dengan formasi 12 kereta atau SF12.

Untuk menambah kapasitas dalam jangka pendek, KAI turut mengusulkan tambahan tujuh trainset dengan formasi 12 kereta dan 16 trainset dengan formasi delapan kereta. Perbedaan formasi diperlukan lantaran sejumlah stasiun masih memiliki peron yang belum dapat mengakomodasi rangkaian 12 kereta.




(acd/acd)
Berita Terkait
Berita detikcom Lainnya
Berita Terpopuler

Video

Foto

detikNetwork