Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 26 Mar 2019 08:48 WIB

OSO Securities: IHSG Berpotensi Menguat Tipis

OSO Securities - detikFinance
Foto: Rengga Sancaya Foto: Rengga Sancaya
Jakarta - Pada perdagangan awal pekan ini (25/03), IHSG ditutup melemah sebesar 1,75% ke level 6.411,25. Seluruh indeks sektoral berakhir dalam teritori negatif, di mana sektor Barang Konsumsi dan Aneka Industri memimpin pelemahan masing-masing lebih dari 2%. Adapun saham yang menjadi pemberat indeks di antaranya: ICBP, BMRI, UNVR, ASII, GGRM.

Sementara itu pelaku pasar asing membukukan aksi jual bersih (netsell) sebesar Rp 81 miliar. Nilai tukar rupiah terdepresiasi sebesar 0,32% ke level Rp 14.185.

Pada perdagangan awal pekan ini (25/3) bursa Wall Street ditutup mixed dengan kecenderungan melemah terbatas, tercatat indeks Dow Jones menguat 0,06%, S&P 500 melemah 0,08% dan Nasdaq turun 0,08%.


Kekhawatiran pelaku pasar terhadap perlambatan pertumbuhan ekonomi global masih menjadi salah satu penahan laju pergerakan indeks.

Sementara itu saham Apple tercatat turun sebesar 1,2% turut membebani indeks S&P 500 yang terus melemah selama lima hari perdagangan berturut-turut.

Pada perdagangan hari ini diperkirakan IHSG akan bergerak mixed dengan kecenderungan rebound. Masih adanya sedikit kekhawatiran pelaku pasar atas ancaman krisis global nampaknya menjadi penahan pergerakan indeks hari ini.


Meski demikian, saham-saham bluechip sudah banyak terdiskon dan berpotensi adanya bargain hunter dari pelaku pasar. IHSG berpotensi rebound meski dengan penguatan terbatas.

Adapun secara teknikal, IHSG ditutup candle bearish dan terjadi gap down dengan indikator Stochastic melemah dan MACD histogram bergerak ke arah negatif serta volume turun. Diperkirakan IHSG berpotensi menguat tipis dengan pergerakan di kisaran 6.372-6.473.


OSO Securities: IHSG Berpotensi Menguat Tipis
(ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com