IHSG Diperkirakan Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Jumat, 13 Mar 2020 08:52 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Saham melanjutkan penguatan kemarin dan semakin mendekati rekor tertingginya sepanjang masa, pasca hasil keputusan Mahkamah Konstitusi (MK) soal Pilpres
Ilustrasi/Foto: Rengga Sancaya
Jakarta -

IHSG ditutup melemah di level 4.895,75 (-5,01%), pelemahan didorong oleh industri dasar (-8,48%) dan pertanian (-5,71%). IHSG ditutup melemah dikarenakan tekanan jual yang masih sangat tinggi terkena dampak dari penyebaran corona secara global. IHSG ditutup setelah terkena efek trading halt saat melemah di -5%.

Bursa Amerika Serikat ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 21.200,62 (-9,99%), NASDAQ ditutup 7.201,80 (-9,43%), S&P 500 ditutup 2.480,63 (-9,51%). Bursa saham AS ditutup melemah dan terburuk sejak market crash pada tahun 1987.

Lanjutnya penurunan masih disebabkan oleh virus corona dan turunnya harga minyak dunia. Kabar baik dari The Fed bahwa The Fed akan menambah likuiditas pasar dengan menyediakan $500 miliar pada Kamis lalu dan akan menawarkan repo dengan total US$1 triliun pada hari Jumat.

Bull market di AS telah usai, dimana terjadi penurunan sebesar 26% sejak bulan sebelumnya. Bursa Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan Wall Street.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 4.799-5.089. Pergerakan akan dipengaruhi tingginya ketidakpastian dari perekonomian global. Tekanan jual diperkirakan akan lebih terbatas didorong aksi buyback sejumlah emiten BUMN.



Simak Video "Dolar Tembus Rp 14.200 "
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)