Kasus Corona di RI Tinggi, IHSG Diperkirakan Melemah

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 23 Mar 2020 08:40 WIB
Mengakhiri perdagangan akhir pekan, Jumat (19/2/2016), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup jatuh 81,234 poin (1,70%) ke level 4.697,560.
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat di level 4.194,94 (+2,18%). Penguatan didorong oleh sektor konsumsi (+7,79%) dan infrastruktur (+5,75%).

IHSG ditutup menguat didorong aksi bargain hunting oleh investor yang menganggap pelemahan sudah memasuki area oversold. Terkoreksinya nilai tukar rupiah juga mendorong penguatan. Namun diperkirakan hal ini hanya penguatan sementara.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 19,173.98 (-4.55%), NASDAQ ditutup 6,879.52 (-3.79%), S&P 500 ditutup 2,304.92 (-4.34%). Bursa Saham Amerika Serikat kembali anjlok mencatatkan kinerja sepekan terburuk sejak 2008.

Hal ini masih dipicu oleh kekhawatiran terkait penyebaran virus corona yang berpotensi menyebabkan resesi global terutama penyebarannya di Amerika Serikat dan Eropa yang semakin mengkhawatirkan.

Di sisi lain, The Federal Reserve telah mengumumkan langkah-langkah lain untuk meningkatkan likuiditas, termasuk program baru untuk menyuntikkan dana ke pasar uang negara bagian dan kota untuk menjaga sistem keuangan dari pembekuan di bawah tekanan.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di sekitar 3.797-4.437. Pergerakan diperkirakan bergejolak dan masih tinggi ketidakpastian dari penyebaran Covid-19 terutama di dalam negeri.



Simak Video "IHSG Anjlok Karena PSBB Jakarta, PPP: Masyarakat Dulu Baru Ekonomi"
[Gambas:Video 20detik]
(ara/ara)