NH Korindo: Investor Cermati Detail UU Cipta Kerja

NH Korindo Sekuritas - detikFinance
Kamis, 08 Okt 2020 09:17 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Bursa saham AS berhasil ditutup menguat pada perdagangan (07/10/2020). Pasar menyambut kabar dari Presiden Donald Trump yang meminta kongres untuk meloloskan beberapa paket stimulus yang lebih kecil, di antaranya untuk maskapai penerbangan.

Hal ini terjadi setelah sebelumnya Presiden menunda negosiasi untuk paket stimulus komprehensif. Dari dalam negeri, pelaku pasar masih akan mencermati detail aturan UU Cipta Kerja utamanya mengenai perpajakan dividen serta sektor-sektor yang berpotensi diuntungkan.

Adapun IHSG hari ini masih berpeluang untuk melanjutkan penguatan, setelah berhasil menguat diatas level 5.000 dengan indikator MACD positif. Selain itu pergerakan IHSG kemarin juga telah menutup gap yang terjadi pada awal minggu.

Setelah mencetak rekor tertinggi di level US$ 137,0 miliar, cadangan devisa Indonesia pada bulan September 2020 mulai tergerus. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi cadangan devisa pada bulan September 2020 sebesar USD135,2 miliar atau turun US$ 1,8 miliar dari posisi bulan Agustus 2020.

Cadangan devisa asing China tiba-tiba jatuh pada September, menurut data resmi para hari Rabu, sejalan dengan ekonomi global yang tertekan oleh pandemi virus korona. Cadangan devisa Cina, yang terbesar di dunia, mencapai US$ 3,143 triliun, dibandingkan perkiraan analis dalam survey Reuters sebesar US$ 3,169 triliun dan data Agustus sebesar US$ 3,165 triliun.

BBTN: PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) catatkan kenaikan DPK sebesar 18,7% yoy pada 3Q20 ditambah posisi LDR yang berada di level 93,26% hingga September 2020. BBTN ingin terus memanfaatkan kondisi pandemi sebagai momentum untuk erinovasi dan menggelar perbaikan di sisi operasional. Adapun hingga September 2020, BBTN sudah menyalurkan dana PEN sebesar Rp 18,15 triliun.

BBRI: PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) menawarkan program promo KPR dengan suku bunga mulai dari 7,15% yang berlaku tetap untuk periode 1 hingga 5 tahun. BBRI menjadi salah satu dari institusi perbankan yang ingin mengairahkan pasar properti ditengah kondisi pandemi saat ini. Sebagai catatan, total outstanding KPR BRI per Juni 2020 mencapai Rp33,5 triliun atau masih tumbuh 12,4% YoY.

BNLI: PT Bank Permata Tbk (BNLI) menawarkan bunga KPR khusus dengan suku bunga mulai 5,18% fixed satu tahun yang berlaku untuk aplikasi yang diajukan hingga 31 Oktober 2020. BNLI terus menawarkan program bunga KPR untuk mendorong penjualan properti dan penyaluran KPR disaat tren penurunan suku bunga acuan. BNLI memperkirakan untuk penyaluran KPR masih bisa naik 12% YoY di akhir tahun nanti.

WSKT: PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berpeluang raih kas masuk hingga Rp14 triliun di 4Q20 ditambah fasilitas perbankan yang mencukupi untuk menunjang kebutuhan modal kerja jangka pendek. Hingga Agustus 2020, WSKT sudah membukukan penerimaan kas dari termin proyek sekitar Rp14 triliun. WSKT juga masih mengikuti tender proyek dengan total nilai sekitar Rp12 triliun untuk tambahan pemasukan hingga tutup tahun.



Simak Video "Sri Mulyani: Tren Ekonomi Positif, Sempat Tertekan Akibat PSBB DKI"
[Gambas:Video 20detik]
(ang/ang)