Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Menguat

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 12 Okt 2020 08:49 WIB
Pengunjung berada di sekitar layar pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Kamis (13/2). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) hari ini pukul 12.00 menurun-0,67% ke posisi 5,873,30. Pergerakan IHSG ini masih dipengaruhi oleh sentimen atas ketakutan pasar akan penyebaran wabah virus corona.
Foto: Pradita Utama
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu ditutup di level 5.053,14 (+0,29%). Penguatan didorong oleh sektor pertambangan (+1,17%) dan pertanian (+1,16%).

IHSG ditutup menguat masih dibayangi optimisme dari investor setelah pengesahan RUU Cipta Kerja. Diharapkan langkah ini dapat mendorong pemulihan ekonomi dan menarik investasi asing.

Bursa Amerika Serikat (AS) ditutup menguat. Dow Jones ditutup 28,586.90 (+0.57%), NASDAQ ditutup 11,579.94 (+1.39%), S&P 500 ditutup 3,477.13 (+0.88%).

Bursa saham AS ditutup menguat pada hari Jumat sejalan dengan harapan bahwa stimulus bantuan COVID-19 yang dijanjikan Donald Trump dapat segera diselesaikan.

Namun, pada hari Sabtu pengajuan stimulus yang disiapkan Trump ditolak oleh partai Republikan dan Demokrat karena hanya sebesar US$ 1,8 triliun, lebih sedikit daripada yang Demokrat ajukan sebesar US$ 2,2 triliun.

Trump akan menambah dana tersebut di kemudian hari. Bursa saham Asia dibuka melemah seiring dengan ketidakpastian stimulus bantuan COVID-19 di AS. Hal tersebut dinilai dapat menekan aktivitas investasi secara global karena likuiditas menurun.

IHSG diprediksi menguat dengan pergerakan di kisaran 5.018-5.074. Investor masih mencermati perkembangan stimulus di AS. Dari dalam negeri investor masih optimistis dampak baik dari RUU Cipta Kerja. Sementara itu, kasus harian COVID-19 masih cukup mengkhawatirkan.

(ara/ara)