Artha Sekuritas: IHSG Diprediksi Melemah Didorong Bursa Global

Artha Sekuritas - detikFinance
Selasa, 27 Okt 2020 08:48 WIB
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok 5% ke level 4.891. Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan saham siang ini.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kemarin ditutup di level 5.144,05 (+0,62%). Penguatan didorong oleh sektor properti (+3,16%) dan pertanian (+1,86%).

IHSG ditutup menguat didorong oleh rilis beberapa laporan keuangan emiten per kuartal III-2020 dengan kinerja yang lebih baik dibandingkan ekspektasi.

Sementara bursa Amerika Serikat (AS) ditutup Melemah. Dow Jones ditutup 27.685,38 (-2,29%), NASDAQ ditutup 11.358,94 (-1,64%), S&P 500 ditutup 3.400,97 (-1,86%).

Bursa saham AS ditutup melemah. Pelemahan disebabkan oleh peningkatan kasus COVID-19 yang tercatat sebagai kasus tertinggi di mana kasus harian pada hari Jumat dan Sabtu meningkat ke level 83.000 dengan rata-rata 68.767 kasus per hari selama 7 hari ke belakang. Selain itu investor menarik dana dari pasar modal untuk bersiap-siap menghadapi pemilu di AS yang dijadwalkan pada 3 November 2020.

Hingga saat ini Nancy Pelosi masih cukup optimistis untuk menyelesaikan stimulus fiskal untuk bantuan kepada bisnis yang terdampak COVID-19. Bursa saham Asia dibuka melemah mengikuti pergerakan Wall Street dan terfokus pada laporan keuangan kuartal III-2020.

IHSG diprediksi melemah dengan pergerakan di kisaran 5.093-5.183. Pergerakan akan cenderung melemah didorong melemahnya bursa saham secara global.

Investor masih akan mencermati beberapa laporan keuangan emiten per kuartal III-2020 terutama emiten berkapitalisasi besar. Perbaikan kinerja emiten diperkirakan menopang pergerakan IHSG. Pergerakan diperkirakan akan volatil jelang pemilu AS pekan depan.

(ara/ara)