ADVERTISEMENT

IHSG Hari Ini Diprediksi Menguat di Awal Pekan, Ada Angin Apa Nih?

Artha Sekuritas - detikFinance
Senin, 06 Des 2021 08:43 WIB
Karyawan mengamati layar Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin (29/09/2014). IHSG berhasil bertahan di zona hijau hingga akhir perdagangan. Indeks itu ditutup pada level 5.142,01 atau rebound 0,18%,Sektor keuangan menjadi pendorong indeks dengan kenaikan 0,77%.
Foto: Grandyos Zafna
Jakarta -

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pekan lalu ditutup dilevel6.538,50 (-0,68%). IHSG ditutup melemah setelah rebound.

Pergerakan diakibatkan aksi profit taking. Pergerakan juga masih dibayangi oleh kecemasan akan varian Omicron. Investor masih mencermati dampak penyebaran ini kedapannya.

Sementara itu, bursa Amerika Serikat (AS) ditutup melemah. Dow Jones ditutup 34.580,08 (-0,17%), NASDAQ ditutup 15.085,50 (-1,92%), S&P 500 ditutup 4.538,43 (-0,84%).

Indeks utama Wall Street ditutup melemah di akhir pekan lalu dengan Nasdaq memimpin penurunan karena investor bertaruh bahwa laporan pekerjaan yang kuat tidak akan memperlambat penarikan dukungan Federal Reserve sementara mereka bergulat dengan ketidakpastian di sekitar varian virus corona Omicron.

Gubernur Fed Jerome Powell mengatakan minggu ini bahwa bank sentral akan mempertimbangkan penghentian lebih cepat dari program pembelian obligasi, mendorong spekulasi bahwa kenaikan suku bunga juga akan diajukan. Hal ini merupakan yang dikhawatirkan investor sehingga terjadi aksi jual di pasar saham.

IHSG diprediksi menguat di kisaran 6.494-6.622. Indikator stochastic berada di area oversold sehingga ada indikasi peluang untuk rebound dalam jangka pendek.

Pergerakan masih dibayangi kekhawatiran penyebaran varian Omicron serta dampak ke depan terhadap perekonomian.

(ara/ara)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT