"Kalau dari sudut pandang kami sebagai agen penjual, saya lihat potensi pasarnya bisa mencapai Rp 4-5 triliun," ujar Direktur PT Trimegah Securities Tbk (TRIM), Rosinu dalam jumpa pers di gedung Departemen Keuangan, Lapangan Banteng, Jakarta, Jumat (30/1/2009).
Trimegah bersama 12 agen penjual lainnya ditunjuk menjadi agen resmi penjualan perdana SR-001, yaitu Bank Mandiri, Danareksa Sekuritas, Bank Syariah Mandiri, BNI Securities, CIMB-GK Securities Indonesia, Citibank NA, HSBC, Reliance, AAA Sekuritas, Anugerah Securindo Indah, Bahana Securities dan BII.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Kendati agen penjual memperkirakan minat terhadap SR-001 bisa mencapai Rp 5 triliun, Direktur Pembiayaan Syariah DJPU Depkeu, Dahlan Siamat menegaskan bahwa pemerintah tidak mengumumkan target penjualan produk ini.
"Kami memiliki target internal, tapi tidak untuk diumumkan," elak Dahlan.
Boleh jadi, pasar obligasi yang ikut terseret ambruknya pasar modal menjelang akhir 2008 menjadi alasan utama pemerintah enggan mengumumkan target penjualan SR-001.
"Pasar obligasi memang kami perkirakan baru akan kembali atraktif di semester II-2009," ujar Direktur Perdagangan Fix Income dan Derivatif, Keanggotaan dan Partisipan BEI, Guntur Pasaribu.
Meski demikian, Guntur menyebutkan angka serupa dengan Rosinu. Menurut Guntur, penjualan SR-001 bisa mencapai Rp 5 triliun. "Saya pikir minatnya cukup besar. Bisa mencapai Rp 5 triliun," ujar Guntur.
Likuiditas perdagangan SR-001 di pasar sekunder juga diperkirakan bakal cukup atraktif, tidak seperti produk-produk obligasi lainnya.
"SR-001 ini kan mirip ORI. Perdagangan ORI di pasar sekunder cukup likuid ketimbang obligasi lainnya, terutama ketika market jatuh. Jadi saya kira perdagangan SR-001 akan cukup meramaikan perdagangan obligasi di pasar
sekunder," papar Guntur. (dro/ir)










































