Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 16 Mei 2016 17:40 WIB

OJK: Market Share Perbankan Syariah Malaysia 50%, Indonesia Baru 5%

Dina Rayanti - detikFinance
Foto: Dewi Rachmat Kusuma Foto: Dewi Rachmat Kusuma
Jakarta - Perkembangan perbankan syariah di Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan Malaysia. Padahal, Indonesia merupakan negara dengan mayoritas penduduk muslim terbesar di dunia. Saat ini, market share perbankan syariah di Malaysia mencapai 40-50%, sementara di Indonesia baru mencapai 5%.

Demikian disampaikan Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman D Hadad dalam acara Pertemuan Islamic Development Bank (IDB) di JCC, Senayan, Senin (16/5/2016).

"Kalau Malaysia 40%-50%. Artinya (Indonesia) potensinya besar, cuma tinggal kemampuan kita untuk mensosialisasikan dan membangunkan awareness saja. Artinya melihat kualitas yang ada saat ini, kita coba tembus 5% saja dulu. Mudah-mudahan kita bisa lebih tinggi lagi," ujar dia.

Muliaman menjelaskan, untuk bisa mencapai perkembangan perbankan syariah yang lebih tinggi, OJK telah menyusun roadmap perkembangan keuangan syariah hingga tahun 2019.

"OJK sudah membuat roadmap perkembangan keuangan syariah hingga tahun 2019. Semua aturan sudah lengkap dituangkan dalam roadmap keuangan syariah baik bank, pasar modal dan Industri Keuangan Non Bank (IKNB). Di dalam roadmap itu setiap tahun ada agenda-agenda yang akan dikerjakan. Semua sama bareng-bareng kita dorong," imbuh Muliaman. (drk/feb)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed