"Kalau sekarang ini mencerminkan fundamentalnya dan itu ada di kisaran Rp 13.200-13.400," ungkap Gubernur Bank Indonesia (BI), Agus Martowardojo, di Gedung Djuanda, Kementerian Keuangan, Kamis (27/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Kita lihat ke depan, kalau inflasi tetap terjaga, CAD terjaga, neraca perdagangan terjaga, pertumbuhan ekonomi baik, tentu ini akan membuat fundamental kita lebih baik lagi," paparnya.
Hingga April, BI mencatat dana asing yang masuk atau capital inflow mencapai US$ 5,3 miliar. Agus meyakini Indonesia masih menjadi tempat investor untuk meletakkan modalnya.
"Sudah US $ 5,3 miliar yang masuk ke Indonesia. Ini merupakan bukti bahwa ekonomi Indonesia dalam kondisi yang cukup baik," terang Agus.
Dari sisi volatilitas, Agus mengungkapkan posisi rupiah memang bergerak tidak begitu liar. Pergerakannya hanya berkisar 2-3%. Sangat berbeda dibandingkan dengan dua tahun lalu dengan tingkat volatilitas mencapai 18%.
"Jadi kita membiarkan ini sesuai dengan mekanisme pasar. Dan kita tahu bahwa kalau ada income, ada juga outgoing. Misalnya time deposit valas yang jatuh tempo yang harus dibayar. Utang luar negeri yang mesti dibayar itu adalah supply and demand," paparnya. (mkj/mkj)











































