Follow detikFinance
Selasa 02 Jan 2018, 13:13 WIB

72,9% Penduduk RI Sudah Jadi Peserta BPJS Kesehatan

Fadhly Fauzi Rachman - detikFinance
72,9% Penduduk RI Sudah Jadi Peserta BPJS Kesehatan Foto: Fadhly Fauzi Rachman/detikFinance
Jakarta - Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan mencatat, selama 4 tahun program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) jumlah peserta hingga 31 Desember 2017 telah mencapai 187.982.949 orang.

"Artinya, jumlah masyarakat yang telah mengikuti program JKN-KIS hampir mencapai 72,9% dari jumlah penduduk Indonesia," kata Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris, dalam Public Expose di Kantor Pusat BPJS Kesehatan, Jakarta, Selasa (2/1/2018).

Fachmi mengatakan, masih ada sekitar 27,1% lagi masyarakat yang belum menjadi peserta JKN-KIS untuk bisa terpenuhi sesuai dengan target Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2019.

"Sasaran kuantitatif terkait program JKN-KIS yaitu meningkatnya persentase penduduk yang menjadi peserta jaminan kesehatan melalui Sistem Jaminan Sosial (SJSN) Bidang Kesehatan, minimal mencakup 95% pada tahun 2019," katanya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Perluasan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan, Andayani Budi Lestari menambahkan pihaknya juga saat ini bekerja sama dengan Pemerintah Daerah (Pemda) untuk memperluas cakupan kepesertaan untuk mencapai Universal Health Coverage (UHC).

Di 2017, 95% atau 489 Kabupaten/Kota dari 514 Kabupaten/Kota telah terintegrasi dalam Program JKN-KIS. Tercatat tiga provinsi yakni Aceh, DKI Jakarta, dan Gorontalo, kemudian 67 Kabupaten serta 24 Kota telah lebih dulu UHC di 2018. Kemudian yang akan menyusul UHC lebih awal ialah tiga provinsi lainnya yakni Jambi, Jawa Barat, dan Jawa Tengah, kemudian 59 Kabupaten, serta 15 kota.

Andayani menjelaskan, selain bekerja sama dengan Pemda untuk menjaring peserta JKN-KIS, BPJS Kesehatan akan melakukan berbagai langkah lain. Seperti melakukan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dalam menjaring pekerja formal, serta memperluas chanel pendaftaran dan pembayaran untuk pekerja informal.

"Contoh sekarang kami bisa daftar call center 1500400, di sana enggak perlu mengisi karena sudah terekam saat pendaftaran melalui telepon. Ada juga mobile JKN, kemudian kami juga untuk segmen tertentu kami buka layanan di mal-mal, tinggal bawa KTP dan Kartu ATM," jelasnya.

Untuk tahun ini, Andayani mengatakan, BPJS Kesehatan menargetkan bisa menjaring tambahan peserta minimal sekitar 12 juta orang. Dia optimistis target itu bisa tercapai.

"Kalau tahun ini minimal sekitar 12 juta peserta, itu minimal. Kita harapkan bisa jauh lebih dari itu," kata Andayani.

(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed