Direktur Utama BTN Maryono menjelaskan dividen yang dibagikan ini sebesar 20% dari total laba bersih tahun 2017 yang sebesar Rp 3,02 triliun.
"Nilai dividen per lembar saham sebesar Rp 57,17 lebih tinggi dibandingkan dividen yang dibagikan tahun lalu sebesar Rp 49,45 per lembar saham. Dividen akan dibagikan ke pemegang saham pada 24 April 2018," kata Maryono dalam konferensi pers di Kantor Pusat BTN, Jakarta, Jumat (23/8/2018).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Maryono menjelaskan dengan pembagian dividen ini maka 80% laba bersih akan digunakan sebagai modal tambahan untuk ekspansi kredit dan pengembangan usaha.
Tahun ini BTN menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 22-24%. Kemudian target dana pihak ketiga (DPK) 19-22% laba bersih diharapkan bisa tumbuh di atas 25% agar bisa mendorong peningkatan ekuitas sebesar 13-15%.
Untuk mencapai target tersebut, BTN memasang 9 strategi yaitu penguatan positioning BTN di bisnis kredit pemilikan rumah (KPR) dan construction value chain, struktur pendanaan dan rasio CASA, meningkatkan pendapatan non bunga, meningkatkan recovery aset dan efektivitas penagihan, memperkuat permodalan, perbaikan kualitas SDM, perkuat infrastruktur IT dalam rangka penguatan digital banking.
"Kami juga terus memperkuat manajemen risiko dan pertumbuhan organik dengan pembentukan anak usaha," ujar dia.
Baca juga: BTN Buka Lowongan di 4 Kota, Cek Syaratnya |