Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 18 Apr 2018 11:41 WIB

Rumah Sitaan Dilelang Mulai Rp 38 Juta, Ini Tipsnya Supaya Menang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban Foto: Tim Infografis, Luthfy Syahban
Jakarta - PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN) memiliki portal atau situs rumahmurahbtn.com yang berisi ribuan rumah murah yang pembayaran cicilannya macet. Rumah-rumah tersebut dilelang dengan harga yang murah. Penjualan online ini diharapkan bisa membuat mudah masyarakat dalam mendapatkan hunian yang murah.

Dari website ini, anda akan diminta untuk mengikuti lelang di Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) untuk mendapatkan rumah murah tersebut. Kemudian setelah menang Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL) akan menerbitkan risalah lelang untuk pelunasan.

Bagaimana caranya supaya menang lelang dan mendapatkan rumah?

Pemilik dari PT Anugerah Jaya Realty yang bergerak di bidang manajemen properti dan pengembangan Andreas N. Widjaja menjelaskan dalam mengikuti lelang calon pembeli harus menyediakan 30% dari limit harga lelang.

Kemudian pastikan memiliki dana segar untuk melunasi rumah lelang, peserta lelang juga harus berani menawar dengan harga yang wajar.

"Karena itu tetap harus survey harga pasar dan ke lapangan untuk melihat langsung kondisi rumah untuk memberi gambaran berapa tawaran yang akan kita ajukan saat lelang dan estimasi harga renovasi," kata Andreas.

Menurut dia, dalam berburu rumah bekas rumah hasil lelang memang butuh kejelian dari para peminatnya karena selain masalah renovasi dan lokasi serta akses transportasi hal lain yang diperhatikan adalah lingkungannya.

"Para peminat rumah bekas biasanya menyukai lingkungan yang sudah terbentuk dan memiliki fasilitas umum dan sosial yang baik sehingga langsung nyaman ditempati," ujarnya.


Salah satu pembeli rumah lelang di rumahmurahbtn.com Rini Indriyati menjelaskan rumah lelang memang wujudnya tidak seindah rumah baru. Bahkan seperti rumah hantu namun harga yang murah membuat banyak masyarakat yang berminat.

Rumah bekas yang dilelang memang dibanderol dengan harga miring dan kalau beruntung bisa mendapatkannya tanpa persaingan ketat saat dilelang.

Karena itu, Rini mengungkapkan calon pembeli harus rajin melihat kembali harga di website dan membandingkan dengan tempat lain. Kemudian juga memperhitungkan beberapa harga yang akan ditawarkan saat lelang nanti.

Dia mengungkapkan tak hanya barang bekas bisa didaur ulang menjadi barang yang bermanfaat, namun rumah bekas juga bisa didaur ulang menjadi aset yang menguntungkan. Meskipun rumah bekas itu sudah mirip Rumah Hantu, rumah yang sering nongol di reality show horror dengan kondisi yang lebih mengenaskan. "Kalau orang bilang, itu mirip rumah hantu karena kondisinya yang sudah sangat rusak, temboknya berlubang, daun pintu yang hancur atau atapnya sudah hilang dan tidak lama berpenghuni," kata Rini.


Rini tidak melihat 'Rumah Hantu' sebagai rumah yang membuat bulu kuduk berdiri, namun sebagai harta karun yang bisa memberikan banyak untung.

"Saya pernah membeli rumah bekas dan saya jual lagi dan berhasil meraup untung sebesar harga 1 rumah baru," kata Rini.

(ang/ang)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com