Follow detikFinance Follow Linkedin
Jumat, 25 Mei 2018 15:31 WIB

Cadangan Devisa Turun ke US$ 124 Miliar, Perry: Lebih dari Cukup

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Gubernur BI Perry Warjiyo Foto: Lamhot Aritonang Gubernur BI Perry Warjiyo Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - Cadangan devisa Indonesia periode April 2018 tercatat US$ 124,9 miliar. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI) angka ini lebih rendah dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Gubernur BI Perry Warjiyo menjelaskan jumlah cadangan devisa tersebut lebih dari cukup untuk kebutuhan pembiayaan impor dan pembayaran utang luar negeri (ULN) pemerintah.

"Cadangan devisa yang kita miliki itu lebih dari cukup dari yang kita perlukan, tidak hanya untuk pembiayaan impor tapi juga untuk ULN," ujar dia di Gedung BI, Jakarta Pusat, Jumat (25/5/2018).


Dia menjelaskan rasio cadangan devisa Indonesia masih cukup untuk menghadapi atau memitigasi aliran modal keluar yang terjadi.

Mengutip data BI, penurunan cadangan devisa ini terjadi sejak Januari 2018, saat itu cadangan devisa tercatat US$ 131,98 miliar cukup untuk membiayai 8,5 bulan impor dan 8,2 bulan impor sekaligus pembayaran utang luar negeri pemerintah.

Memasuki Februari cadangan devisa tercatat US$ 128,06 miliar atau tergerus sekitar US$ 3,92 miliar menjadi US$ 128,06 miliar. BI menyebut jumlah ini masih cukup untuk membiayai 8,1 bulan impor dan 7,9 bulan impor serta pembayaran ULN pemerintah.


Pada Maret 2018, cadangan devisa tercatat US$ 126 miliar berkurang lagi sebesar US$ 2,06 miliar. Jumlah ini mampu untuk membiayai 7,9 bulan impor dan 7,7 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah.

Terakhir pada periode April 2018 cadangan devisa RI tercatat US$ 124,9 miliar setara dengan pembiayaan 7,7 bulan impor atau 7,4 bulan impor dan pembayaran ULN pemerintah. (ara/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed