Bank Mulai Kurangi Pembukaan Kantor Cabang

Bank Mulai Kurangi Pembukaan Kantor Cabang

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Senin, 20 Agu 2018 12:23 WIB
Bank Mulai Kurangi Pembukaan Kantor Cabang
Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Perkembangan financial technology (fintech) atau teknologi finansial sangat pesat di Indonesia. Hal ini mulai mempengaruhi sektor industri jasa keuangan konvensional khususnya perbankan.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan penggunaan teknologi di industri perbankan juga sangat dibutuhkan. Dia bilang dengan teknologi maka bank bisa menjangkau nasabah lebih cepat di seluruh daerah.

"Kalau boleh jujur, pembukaan cabang bank ini sudah tidak ada. Bahkan bank-bank mulai mikir, apakah cabang ini masih perlu?. Tapi nanti akan kami carikan solusi (untuk nasabah)," kata Wimboh di Gedung OJK Wisma Mulia 2, Jakarta, Senin (20/8/2018).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dia menambahkan, dengan teknologi bank bisa lebih efisien dan nasabah juga akan mendapatkan pelayanan yang lebih cepat dan transparan.

"Jika ada produk fintech yang lebih mahal dari perbankan, itu tidak ada gunanya. Karena itu kami tantang start up memberi produk lebih mudah, murah, cepat dan akurat," imbuh dia.



Menurut dia, bank yang tidak mengikuti digitalisasi akan kalah dalam berkompetisi dengan bank lain.

Lanjutnya, dalam bertransformasi ke digital bank juga harus mengoptimalkan tenaga kerja yang ada untuk memiliki produk baru. Wimboh meyakini perkembangan teknologi tak melulu bisa menggantikan peran manusia. Dalam industri perbankan, ada bidang analisis dan riset yang akan sulit jika harus digital.

"Misalnya meskipun support datanya secara digital, tetapi semua analytic masih memerlukan analisis manusia. Mungkin nanti bank akan melakukan relokasi dari operasional yang akan di-replace oleh teknologi bisa diarahkan ke bidang yang membutuhkan analyctical," imbuh dia.

(kil/eds)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads