Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 25 Okt 2018 20:09 WIB

Bunga BI Tinggi Bikin Pendapatan Bunga Bersih Bank Turun

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto Ilustrasi/Foto: Rachman Haryanto
Jakarta - Pendapatan bunga bersih atau net interest margin (NIM) perbankan disebut sedang mengalami tren penurunan. Direktur Keuangan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Vera Eve Lim menjelaskan tren penurunan tersebut terjadi sejak tahun lalu karena bank mulai melakukan penyesuaian pada tingkat bunga deposito.

"Kalau dibandingkan dengan September 2017, NIM BCA 6,2% memang lebih tinggi dibandingkan saat ini. Sekarang NIM BCA stabil di 6,1% hingga akhir tahun," ujar Vera dalam konferensi pers di Bali Room Hotel Kempinski, Jakarta Pusat, Kamis (25/10/2018).

Dia menjelaskan, saat ini pihaknya memang sudah melakukan penyesuaian terhadap bunga deposito kurang lebih 150 basis poin (bps). Penyesuaian ini juga terjadi pada bunga kredit.


Vera menjelaskan pada Agustus bunga kredit modal kerja BCA tercatat naik 50 bps, untuk bunga kredit pemilikan rumah (KPR) 70 bps dan pada September 25 bps.

Total aset BCA per September 2018 tercatat Rp 798,96 triliun tumbuh 8% dibandingkan periode yang sama tahun 2017 Rp 739,8 triliun.

Penyaluran kredit BCA tercatat Rp 516 triliun tumbuh 17,3% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Komposisi penyaluran kredit terdiri dari kredit korporasi Rp 199,2 triliun tumbuh 23,3%.


Kemudian kredit komersial dan UKM Rp 176,4 triliun tumbuh 17,6% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan untuk kredit konsumer Rp 139,9 triliun tumbuh 9%. Kredit pemilikan rumah Rp 86,3 triliun tumbuh 9,4%, kredit kendaraan bermotor RP 41,5 triliun tumbuh 7,7%. Selanjutnya outstanding kartu kredit Rp 12,1 triliun tumbuh 10,9%.

Mengutip data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) Agustus 2018 NIM perbankan umum nasional tercatat 5,14% atau sebesar Rp 354,4 triliun dari rata-rata total aset produktif sebesar Rp 6.896,1 triliun. Pada periode yang sama tahun sebelumnya, NIM perbankan tercatat 5,33%

Penurunan NIM salah satunya disebabkan oleh kenaikan suku bunga acuan Bank Indonesia (BI) yang saat ini berada di level 5,75%. Kenaikan suku bunga acuan BI mempengaruhi margin bunga kredit yang disalurkan bank. (kil/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed