Follow detikFinance Follow Linkedin
Sabtu, 17 Nov 2018 15:20 WIB

B20 Baru Bisa Tekan Defisit Transaksi Berjalan Tahun Depan

Danang Sugianto - detikFinance
Foto: Achmad Dwi Afriyadi Foto: Achmad Dwi Afriyadi
Solo - Bank Indonesia (BI) percaya kebijakan penggunaan biodiesel 20% (B20) akan menurunkan impor migas yang selama ini diyakini jadi penyebab tekornya neraca transaksi berjalan. Meskipun dampaknya masih membutuhkan waktu.

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengatakan, BI menilai kebijakan B20 yang sudah berlangsung sejak September 2018 akan berdampak pada penurunan impor solar.

"Di satu sisi CPO kita akan meningkat. Sekarang baru 20% dari biodiesel yang kita tetapkan. Kalau menuju 80%, tentunya akan berdampak ke impor solar akan berkurang," ujarnya di Solo, Jawa Tengah, Sabtu (17/11/2018).


Jika dilihat saat ini, kata Dody, efek dari B20 baru terasa separuhnya. Dampaknya akan terasa jika sudah berjalan 1 tahun dan dampaknya dipercaya akan menurunkan defisit transaksi berjalan atau Current Account Deficit (CAD) sekitar 0,1%-0,2% terhadap PDB.

"Hitungan kita dampak positif sekarang kan baru separuh jalan. Kita tidak bisa lihat full impact satu tahun. (Dampaknya ke) CAD 0,1%-0,2% terhadap PDB. Ini sangat baik, kita lihat full impact di tahun depan," tambahnya.

Dody menilai, pemerintah cukup responsif dalam memecahkan masalah tekornya CAD. Langkah-langkah tersebut memang harus dilakukan di saat harga minyak dunia tengah melambung tinggi.

Meski begitu BI yakin defisit transaksi berjalan tahun ini akan berada di bawah 3% terhadap PDB. Sementara untuk tahun depan diperkirakan sekitar 2,5% terhadap PDB.

(das/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com