Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 11 Des 2018 21:00 WIB

OJK Harus Batasi Bunga Fintech yang Ketinggian

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Nadia Permatasari/Infografis Foto: Nadia Permatasari/Infografis
Jakarta - Layanan financial technology (fintech)kreditonline saat ini sedang ramai diperbincangkan. Lembaga Bantuan Hukum (LBH)Jakarta telah menerima 1.330 aduan dari masyarakat yang menjadi korban layanan ini. Misalnya bunga yang terlalu tinggi hingga penagihan yang menggunakan ancaman serta pelecehan seksual.

Ekonom INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan untuk mengurangi fintech layanan kredit online yang 'nakal' regulator harus berani memperketat pengawasan. Dia menyebutkan, peer to peer lending yang disebut high interest and short term (HIST) ini memang memiliki banyak masalah, karena sasarannya adalah kredit konsumtif.

"Bunga yang diberikan tinggi, dendanya mahal jika terlambat dan tenor atau jangka waktunya pendek. Kurang dari satu tahun," kata Bhima saat dihubungi, Selasa (11/12/2018).

Dia menambahkan untuk mengurangi ruang gerak fintech seperti ini, OJK harus memiliki unit pengawasan dan aduan khusus untuk fintech konsumtif. "Misalnya OJK bisa membuat pembatasan bunga kredit online itu, jadi ada bunga kredit maksimal," ujar Bhima.

Contohnya, maksimum rata-rata bunga kredit perbankan 10%. Jadi jika fintech memberikan bunga lebih dari angka tersebut bisa dikenakan sanksi. Memang, saat ini OJK belum mengatur besaran maksimal bunga untuk kredit online melalui fintech.

OJK saat ini akan menindaklanjuti keluhan masyarakat terkait kredit online. Anggota Dewan Komisioner OJK bidang edukasi dan perlindungan konsumen Tirta Segara menjelaskan dibutuhkan waktu untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Namun dia menyebut, jika usaha OJK tidak berhasil maka OJK akan mengarahkan ke ranah hukum. Walau begitu, dirinya menyebut bahwa pengaduan konsumen yang telah masuk dalam OJK baru berjumlah 200 pengaduan, pengaduan tersebut lebih didominasi oleh ketidakpahaman konsumen.

"Saya kalau menghitung yang masuk ke OJK 200an pengaduan nggak sampai 2.000," tukas Tirta.

Contohnya fintech yang menyalurkan kredit online menawarkan bunga sebesar 41,74% per tahun bunga ini hanya dibebankan ke tagihan berjalan yang belum terbayar. Kemudian untuk per bulan 2,95%. Cicilan yang disediakan mulai dari 3 hingga 12 bulan.

Contoh transaksi. A menarik kredit sebesar Rp 2 juta. Jika ia mengambil cicilan dengan tenor 3 bulan maka setiap bulan yang harus dibayarkan adalah Rp 713.580.

Kemudian jika tenor 6 bulan maka cicilan yang harus dibayarkan setiap bulan adalah Rp 375.070. Lalu untuk tenor 12 bulan cicilan yang harus dibayarkan adalah Rp 206.710.



(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com