Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 21 Feb 2019 19:05 WIB

AXA Mandiri Targetkan Premi Tumbuh 10% di 2019

Akfa Nasrulhaq - detikFinance
Foto: AXA Mandiri Foto: AXA Mandiri
Jakarta - Kondisi ekonomi 2019 yang diproyeksikan lebih baik dibandingkan tahun lalu, dipandang perusahaan asuransi sebagai tahun yang positif menggenjot pertumbuhan premi. Salah satunya disokong oleh kenaikan pendapatan kalangan menengah, khususnya usia produktif.

Presiden Direktur PT AXA Mandiri Financial Services, Handojo G. Kusuma, mengungkapkan pihaknya menargetkan pertumbuhan premi nasabah bisa tumbuh di atas 10% di tahun ini. Sejumlah produk baru di luar asuransi kesehatan, sengaja dirilis untuk mendukung target tersebut.

"Saat ini kita masih menargetkan di atas 10% untuk tahun 2019, tahun lalu mungkin karena industrinya lagi berkontraksi juga jadi kita belum bisa mencapai dua digit, tapi satu digit kita ada peningkatan. Nasabah sekarang 1,2 juta. Target kita kan sebenarnya ingin tetap besar, tetap tumbuh ya. Nah karenanya kita justru meningkatkan inovasi kita di pelayanan, produk, inovasi pendekatan ke nasabah," ujarnya di Jakarta, Kamis (21/2/2019).

Salah satu yang digenjot, sambung Handojo, yakni nasabah VIP yang nilai preminya di atas Rp 100 juta dengan jumlah nasabah sekitar 18.000. Kemudahan dan beragam fasilitas berobat di rumah sakit dalam dan luar negeri ditawarkan pada nasabah yang masuk kategori pendapatan menengah atas ini.


"Intinya kalau dilihat pasar asuransi sendiri kan menjanjikan. Tapi tergantung bagaimana kita mendekatkan diri ke costumer. Karena kan persaingan juga makin ketat ya. Kita harus bisa memberikan value yang lebih. Kalau dari VIP costumer ini sendiri sekarang yang sudah qualified untuk mendapatkan fasilitas ini ada sekitar 18 ribu nasabah," ujar Handojo.

"Tetapi terus akan berkembang karena kita juga sebentar lagi akan menunjukkan produk-produk untuk asuransi kesehatan, critical illness dan sebagainya. Kalau premi di atas Rp 100 juta per tahun, itu langsung akan qualified untuk mendapatkan dari fasilitas ini," imbuhnya.

Penjualan asuransi sendiri sejauh ini masih bertopang dari jaringan yang ada di Bank Mandiri. Pasar produk asuransi yang men-cover penyakit kritis seperti jantung juga akan dimaksimalkan.

"Dari segmen pasar itu ya. karena kan segmen pasar kita cukup beragam ya. Jadi itu adalah segmen pasar yang di atas, kita juga ada segmen pasar di retail. Karena kan mapping dari segmen pasar kita kan menyesuaikan dengan segmen pasar di Bank Mandiri ya. Karena ada nasabah privat sama prioritas, ada nasabah ritel, nasabah upper class, yang mikro juga ada, dan nasabah di komersial juga ada," pungkas Handojo.

(idr/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com