Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 20 Mei 2019 16:42 WIB

Mau Haji atau Umrah, tapi Dana Terbatas? Tenang, Ini Solusinya

Akfa Nasrulhak - detikFinance
Foto: muamalat Foto: muamalat
Jakarta - Ibadah Haji merupakan salah satu rukun Islam. Ibadah ini bersifat wajib dilakukan apabila seseorang mampu baik secara finansial maupun fisik. Tentu semua umat muslim sangat ingin berkunjung ke Baitullah. Kalaupun bukan dalam rangka ibadah haji yang antreannya panjang dan dibatasi kuota, maka umrah dapat menjadi alternatif.

Untuk Ibadah Haji, pemerintah bersama DPR telah menetapkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2019/1440 Hijriah dengan rata-rata biaya operasional Rp 35.235.602. Sementara biaya umrah bisa lebih murah, namun tentunya bervariasi sesuai dengan paket tambahan yang ditawarkan.


Jika dilihat dari segi finansial, selama seseorang masih memiliki pemasukan rutin, ibadah haji atau umrah bisa saja dilakukan semua kaum muslim. Asalkan punya strategi pengelolaan keuangan yang baik dan sabar menabung.

Perencana Keuangan dari ZAP Finance Prita Hapsari Ghozie mengatakan untuk menyiapkan dana ibadah haji yang pertama dilakukan adalah memasukkan biaya haji dalam porsi perencanaan keuangan. Dia menyarankan menyisihkan sekitar 5-10% dari gaji setiap bulannya.


Namun, dalam merencanakan keuangan dengan menabung untuk haji atau umrah perlu dilakukan di lembaga yang terpercaya. Karena akhir-akhir ini banyak pula kasus penipuan berkedok travel haji atau umrah.

Menabung untuk ibadah haji atau umrah bisa dilakukan di salah satu bank syariah, seperti Bank Muamalat yang dijamin aman. Apalagi, pada Februari 2019 lalu, Bank Muamalat dan At Tayibah Al Multazam Group AAG menjalin kerja sama untuk membuat program tabungan yang aman yang diberi nama Tahapan Haji dan Umrah Berencana (THUB).

Program ini juga menggandeng perusahaan asuransi BUMN Askrindo Syariah. Tabungan di rekening milik pribadi jemaah menggunakan sistem rekening khusus. Artinya, dana tersebut tidak dapat ditarik kecuali untuk ibadah umrah atau keadaan darurat seperti sakit keras atau meninggal dunia. Bahkan perusahaan penyelenggara umrah pun tidak dapat menarik dana sebelum terjadi pelunasan.

Setoran tahapan awal program ini adalah sebesar Rp 3,5 juta untuk kategori Silver di luar biaya administrasi. Sedangkan untuk kategori Gold dan Platinum masing-masing sebesar Rp 4,35 juta dan Rp 5,2 juta (asumsi kurs Rp14.000/USD).

Pembayaran selanjutnya dilakukan setiap bulan dan disetor ke rekening sendiri di Bank Muamalat selama 36 kali. Jemaah bisa mendapatkan gratis setoran bulanan dengan mengajak jamaah lain bergabung sampai tabungan lunas. Untuk pelunasannya pun kini tak perlu lagi antre di teller, karena sudah bisa dilakukan melalui ATM Bank Muamalat.

Setelah terdaftar, calon jemaah juga akan mendapatkan kartu 1hram yang bisa digunakan untuk bertransaksi di seluruh mesin ATM Al Rajhi di Tanah Suci. Selain itu, kartu Shar-E debit 1hram juga dapat digunakan di seluruh merchant dan lebih dari 18.000 ATM berlogo VISA di Tanah Suci.

Chief Executive Officer (CEO) Bank Muamalat Achmad K. Permana mengatakan tabungan haji dan umrah merupakan produk andalan Bank Muamalat. Tabungan ini memiliki keunggulan seperti adanya layanan satu atap yang menjamin kepraktisan para nasabah dalam pendaftaran porsi haji.

Bank Muamalat sendiri memiliki pangsa pasar sebesar 16% untuk haji regular dan 51% untuk porsi haji khusus (segmen high end) dari total porsi haji nasional. Pangsa pasar haji khusus Bank Muamalat tersebut merupakan penyumbang terbesar dibandingkan dengan bank syariah lain.
"In average jumlah rekening haji dan umrah tumbuh 20% setiap tahunnya. Pencapaian ini berkontribusi terhadap pertumbuhan dana murah Bank Muamalat." katanya. (mul/mpr)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: promosi[at]detikfinance.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed