Follow detikFinance Follow Linkedin
Senin, 10 Jun 2019 16:09 WIB

Peringkat Utang RI Naik, OJK: Artinya Risiko Kita Rendah

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom) Foto: Wimboh Santoso (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta - Sovereign credit rating atau peringkat utang Indonesia naik menjadi BBB/Outlook Stabil dari sebelumnya BBB-/Outlook Stabil. Hal ini disampaikan oleh lembaga pemeringkat global, Standard and Poor's (S&P) pada pekan lalu.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso menjelaskan meningkatnya rating utang Indonesia adalah berkah untuk Indonesia. Menurut dia hal ini akan memberikan dampak yang positif untuk investor asing yang akan menanamkan modalnya di Indonesia.

"Dengan kepercayaan ini maka lebih bagus, hal ini akan berdampak positif untuk investor asing yang akan tanam modal di Indonesia. Selain itu dengan competitiveness index kita bisa lebih tinggi, artinya risiko kita dipersepsikan lebih rendah," kata Wimboh di Gedung BI, Jakarta, Senin (10/6/2019).

Wimboh menyampaikan, dengan rating ini maka banyak pelaku bisnis yang nyaman dengan Indonesia. Hal ini diharapkan bisa mendorong foreign direct investment (FDI) ke Indonesia.



Menurut Wimboh, saat ini Indonesia harus berupaya untuk menggenjot inovasi baru dalam produk industri. Selain itu mendorong ekspor serta meningkatkan kualitas tenaga kerja untuk industri ekspor.

Dia mengatakan, industri di Indonesia juga harus mengurangi ketergantungan pada produk impor. "Apabila tidak ada (barang) yang dibuat di Indonesia kita kan pasti impor. Dan ini akan berat untuk cadangan devisa ke depannya, karena itu tekanan produk impor harus dikurangi," jelas dia.

Wimboh menyampaikan sektor yang harus dibidik untuk menambang cadangan devisa adalah perikanan sampai pariwisata. Menurut dia pariwisata di Indonesia saat ini sangat berpotensi untuk mendorong devisa dari luar negeri. Hal ini tercermin dari tempat wisata yang banyak hingga infrastruktur yang sudah memadai.

Mulai dari Solo, Semarang, Yogya hingga Surabaya yang sudah terkoneksi dengan jalur tol Trans Jawa memudahkan masyarakat untuk sampai ke tempat tujuan dengan mudah. Selain pariwisata ada sektor agrikultur yang juga berpotensi laris di pasar ekspor.

(kil/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com