Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 24 Jul 2019 18:00 WIB

OJK Ogah Komentar soal Bumiputera hingga Jiwasraya

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Ari Saputra Foto: Ari Saputra
Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memilih bungkam saat ditanya perkembangan industri asuransi jiwa. Saat ini, terdapat dua perusahaan asuransi yakni Asuransi Jiwa Bersama Bumiputera dan PT Asuransi Jiwasraya (Persero) yang sedang mengalami gagal bayar polis nasabah.

Tidak menutup kemungkinan terdapat beberapa perusahaan asuransi yang juga sedang mengalami masalah yang hampir sama dengan Bumiputera dan Jiwasraya.

"Untuk pertanyaan ini belum bisa dijawab sekarang. Nanti akan kita adakan sesi khusus," kata Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso di Gedung OJK, Jakarta, Rabu (24/7/2019).


Sebagai informasi, saat ini kondisi Bumiputera tengah mengalami defisit lebih dari Rp 20 triliun sehingga perusahaan mutual asuransi jiwa swasta tertua tersebut tak mampu membayar kewajibannya ke nasabah. Defisitnya keuangan Bumiputera terjadi lantaran adanya pengelolaan yang salah dalam penempatan portofolio, agen-agen yang tidak melaporkan pemasukan premi ke kantor pusat, hingga pengawasan serta perhitungan yang salah mengenai rasio cadangan modal.

Sedangkan penyehatan Jiwasraya yang memiliki tunggakan polis JS Saving Plan mencapai Rp 802 miliar, harus jalan di tempat lantaran upaya pengoperasian anak usaha yang diyakini menjadi penyelamat yaitu Jiwasraya Putera harus tertunda akibat belum keluarnya izin dari jajaran OJK.


Menyikapi masalah ini, Komisi VI DPR RI Pun mewacanakan akan memanggil jajaran OJK untuk mendalami problematika yang dialami Jiwasraya.

"Kalau perlu nanti kita akan panggil OJK," ujar Wakil Ketua Komisi VI DPR Azam Azman, Selasa (23/7).

Simak Video "1.230 Fintech Ilegal Dibekukan Selama Tahun 2018-2019"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/ara)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com