Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 20 Nov 2019 11:44 WIB

Pengamat Bilang Bonus Pegawai Swasta Rendah Bikin Kredit Mobil Lesu

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Jakarta - Kredit kendaraan bermotor melalui perusahaan pembiayaan (leasing) atau perbankan tercatat mengalami kelesuan alias perlambatan. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pertumbuhan piutang pembiayaan pada September 2019 tercatat 3,5%. Rasio non performing financing (NPF) tercatat 2,66%.

Peneliti INDEF Bhima Yudhistira Adhinegara menjelaskan melemahnya kredit kendaraan bermotor terjadi karena kepercayaan konsumen di seluruh kelas seperti masyarakat atas, menengah dan bawah melemah.

"Jadi ada kepercayaan yang menurun untuk mereka dalam membelanjakan uang, termasuk pembelian kendaraan bermotor," kata Bhima saat dihubungi detikcom, Rabu (20/11/2019).


Dia mengungkapkan, selain itu juga ada kekhawatiran resesi ekonomi tahun depan. Kemudian petugas pajak juga dikhawatirkan menggenjot penerimaan pajak dan menyasar kelas tertentu.

Selanjutnya faktor rendahnya harga komoditas utama juga mempengaruhi penjualan kendaraan bermotor. "Gairah bisnis lesu juga berdampak pada rendahnya tunjangan, bonus, insentif untuk para karyawan swasta," jelas dia.


Menurut Bhima, pasar yang jenuh tak sepenuhnya benar. Hal ini karena pasar di Indonesia masih sangat besar khususnya di Indonesia bagian tengah dan timur.

"Seiring pembangunan infrastruktur yang masif harusnya permintaan kendaraan bermotor juga naik. Kan ada jalan tol baru, aneh kalau yang mau naik mobil berkurang," jelas dia.

Simak Video "Pemerintah Kucurkan Rp 250 M Buat Bonus Atlet SEA Games 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(kil/dna)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com