Follow detikFinance Follow Linkedin
Selasa, 14 Jan 2020 13:03 WIB

Kasus Asabri Bikin Risiko Sistemik Makin Besar

Trio Hamdani - detikFinance
Foto: Hasan Al Habshy Foto: Hasan Al Habshy
Jakarta - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyatakan kasus gagal bayar PT Asuransi Jiwasraya (Persero) memiliki risiko sistemik. Menurut pengamat asuransi Hotbonar Sinaga, risiko tersebut makin besar karena ada kasus baru di PT Asabri (Persero) akibat kesalahan pada instrumen investasi.

Dia menyarankan Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) segera menindaklanjuti permasalahan tersebut. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) perlu menginisiasinya bersama Bank Indonesia (BI), Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), dan Kementerian Keuangan.

"OJK ya, itu kan ada yang namanya KSSK, itu bisa minta kepada anggota KSSK yang lain selain OJK, entah itu LPS, BI, Kementerian Keuangan untuk rapat pendahuluan apakah nanti yang namanya kasus Jiwasraya termasuk juga Asabri itu bisa berakibat pada risiko sistemik seperti yang diduga Kepala BPK," kata dia saat dihubungi detikcom, Selasa (14/1/2020).

"OJK dalam hal ini perlu inisiatif meminta kepada anggota KSSK yang lain untuk mengkaji lebih dahulu kemungkinan bisa terjadinya risiko sistemik karena siapa tahu nanti akan ada lagi perusahaan asuransi yang gagal bayar," lanjutnya.


Menurutnya jika kasus gagal bayar ini tidak segera ditangani, dampaknya bakal merembet ke industri jasa keuangan lainnya di luar perasuransian.

Dia menilai risiko sistemik makin besar juga karena kasus gagal bayar ini dialami oleh perusahaan asuransi pelat merah, dalam hal ini Jiwasraya dan Asabri. Itu bisa menciptakan krisis kepercayaan di publik.

"Sehingga ini potensinya betul-betul potensi risiko sistemik," terangnya.

Kasus Jiwasraya dan Asabri perlu jadi pelajaran.
Selanjutnya
Halaman
1 2


Simak Video "Jokowi Minta Erick Thohir cs 'Beresin' Kasus Jiwasraya-Asabri"
[Gambas:Video 20detik]
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com