Follow detikFinance Follow Linkedin
Rabu, 15 Jan 2020 15:09 WIB

Catat! Bos Jiwasraya Janji Cicil Dana Nasabah

Achmad Dwi Afriyadi - detikFinance
Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko/Foto: Lamhot Aritonang Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko/Foto: Lamhot Aritonang
Jakarta - PT Asuransi Jiwasraya (Persero) akan membayar dana nasabah secara bertahap. Pembayaran ini tergantung pada berjalannya proses bisnis yang tengah dikerjakan.

Direktur Utama Jiwasraya Hexana Tri Sasongko mengatakan dana hasil proses bisnis akan langsung digunakan untuk membayar nasabah. Proses bisnis yang dimaksud di antaranya ialah menarik dana investor untuk anak usaha Jiwasraya yakni Jiwasraya Putra. Kemudian, pembentukan holding asuransi BUMN.

"Memang tahap awal Jiwasraya belum menjadi holding ada instrumen yang akan dikeluarkan yang dibeli holding. Intinya penyelesaian akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan proceed yang diterima. Setiap proceed yang diterima akan kita pakai menyelesaikan kewajiban secara bertahap," katanya Hexana di Kompleks DPR Jakarta, Rabu (15/1/2020).

Meski begitu, Hexana belum membeberkan target dana raihan dari proses bisnis ini. Lanjut Hexana, untuk membayar tunggakan tersebut pihaknya akan mengkaji terlebih dahulu profil nasabah.

"Tentu ini akan ada mekanisme, kita akan profil nasabahnya seperti apa, dan kemudian kita cari solusi terbaik, bagaimana mengalokasikan secara bertahap dari proceed yang masuk," jelasnya.



Hexana menuturkan, holding asuransi akan terbentuk pada kuartal I tahun ini. Kemudian, untuk investor strategis juga ditargetkan antara kuartal I-II 2020. Sejalan dengan itu, dana nasabah akan dikembalikan secara bertahap.

"(Dana nasabah kuartal I-II juga?) Iya," katanya.

Jurus bayar dana nasabah

Jiwasraya (Persero) akan menerbitkan surat utang yang kemudian dikonversi saham (sub debt) untuk membayar cicilan nasabah. Instrumen itu nantinya akan diserap oleh holding asuransi.

Direktur Utama Hexana Tri Sasongko belum menyebut berapa dana yang diraih dari skema ini. Namun, dia menjelaskan, dalam pembentukan holding asuransi, Jiwasraya belum masuk jadi bagian holding di tahap awal.

Lanjutnya, Jiwasraya akan menjadi bagian holding setelah kinerjanya membaik.

"Kita menerbitkan sub debt, pinjaman subordinasi, nanti setelah membaik baru masuk holding, sub debt akan dikonversi menjadi saham, kata Hexana


Hexana mengatakan, holding asuransi ini akan terbentuk pada kuartal I 2020. Dia bilang, dana yang diterima dari pembentukan holding akan digunakan untuk mencicil dana nasabah.

"Kita akan menerbitkan instrumen yang di-subscribe holding. Jadi proceed yang diterima digunakan menyelesaikan," tambahnya.

Menurut Hexana, pembentukan holding asuransi ini akan lebih cepat dibanding rencana Jiwasraya mendatangkan investor untuk anak usahanya Jiwasraya Putra. Jika holding ditarget kuartal I, maka rencana mendatangkan investor ditarget kuartal I hingga kuartal II 2020.

Lantaran, upaya menerbitkan investor ini melibatkan perusahaan-perusahaan berstatus terbuka.

"Gini dalam corporate action ada protokolnya ada peraturan tata cara yang harus dipatuhi, ingat ada perusahaan terlibat disitu Tbk misalnya, maka protokol sesuai perusahaan terbuka harus diikuti, masalah tata cara. Semua harus dijalankan GCG yang baik," ujarnya.

Simak Video "Kejagung Buka Suara Soal Fee Broker Jiwasraya"
[Gambas:Video 20detik]
(hns/hns)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com