Faisal Basri Sebut 2 Mantan Menteri Menyesal OJK Dibentuk

Herdi Alif Al Hikam - detikFinance
Kamis, 12 Mar 2020 16:24 WIB
(Ki-ka) Direktur Financial Services PWC Margie Margaret, Chief Economist Bank Mandiri Anton H Gunawan, Dirut Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo, Ekonom FEUI Faisal Basri, Anggota Tim Reformasi Perpajakan Kemenkeu Yustinus Prastowo, dan Tax Policy and Administration adviser AIPEG Rubino Sugana tengah berbincang saat pembukaan Seminar Reformasi Pajak di Jakarta, Senin (30/10/2017). Seminar yang diselenggarakan Mandiri Institute ini dimaksudkan untuk mengupas isu-isu yang mewarnai kelanjutan proses reformasi di bidang perpajakan, terutama setelah kebijakan amnesti pajak sejak tahun lalu. Salah satunya, terkait aspek kebijakan publik dan amandemen UU Perpajakan.
Foto: Agung Pambudhy
Jakarta -

Ekonom senior Faisal Basri mengkritik Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Menurutnya, peristiwa gagal bayar Jiwasraya terjadi karena lemahnya peran OJK.

Menurutnya, dalam kasus ini OJK adalah pihak paling bertanggung jawab. Namun, Faisal menyebut laporan informasi dari OJK dilakukan dengan tidak transparan.

"OJK paling bertanggung jawab di sini. Desain OJK-nya ini lho, tidak ada namanya check and balance. OJK ini hanya melapor kepada tuhan, dia nggak lapor kepada siapapun," ungkap Faisal ditemui usai diskusi di Kantor Pusat ISEI, Jakarta Selatan, Kamis (12/3/2020).

"Dia yang keluarkan izin usaha, dia yang atur segala macam, dia yang memonitor, mengawasi, sanksi juga dia yang tentukan," ungkapnya.

Dia kemudian mengatakan bahwa dua mantan menteri disebut menyesal akan kelahiran OJK. Faisal mengatakan Darmin Nasution dan Agus Martowardojo menyesal dengan adanya OJK.

"Oleh karena itu bidang yang lahirkan OJK menyesal. Darmin Nasution, misalnya dia mengatakan 'aku menyesal'. Pak Agus Marto juga katanya menyesal OJK kenapa lahir," ungkap Faisal.

Darmin sendiri pernah menjabat sebagai Menko Perekonomian di Kabinet Kerja tahun 2015 hingga 2019. Sementara itu, Agus pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan kabinet Indonesia Bersatu II tahun 2010 hingga 2013.

Faisal menambahkan, data-data soal sektor keuangan yang harusnya update dari OJK juga lambat. Dia menyebut lebih cepat mendapatkan data sektor keuangan yang disajikan oleh Bursa Efek Indonesia.

"Coba Anda bayangkan dapat data dari perbankan paling update kapan dari OJK, Desember kan. Jadi lihat statistik OJK dari perbankan, paling baru itu Desember. Kemudian statistik-statistik pasar modal," kata Faisal.

"Wong saya setiap hari bisa dapatkan dari IDX dan bursa saham," lanjutnya.



Simak Video "Tersangka Kasus Abaikan OJK Sadikin Aksa Batal Penuhi Panggilan Polisi"
[Gambas:Video 20detik]
(eds/eds)