Follow detikFinance Follow Linkedin
Kamis, 19 Mar 2020 11:15 WIB

Lawan Corona, Bank Sentral Eropa Siapkan Dana Rp 11.000 Triliun

Trio Hamdani - detikFinance
Virus corona: Apakah mengenakan masker bisa mencegah kita tertular virus? Ilustrasi/Foto: BBC Magazine
Jakarta -

Bank Sentral Eropa (The European Central Bank/ECB) segera mengeluarkan stimulus besar-besaran untuk menjaga sistem keuangan dan membantu perekonomian yang diguncang oleh virus corona (Covid-19). Dana yang digelontorkan mencapai € 750 miliar atau US$ 821 miliar. Angka tersebut setara Rp 11.494 triliun (kurs Rp 14.000).

Dikutip detikcom dari CNN, Kamis (19/3/2020), dana sebesar itu digunakan untuk membeli surat utang pemerintah dan sekuritas swasta sebelum akhir 2020. Dan bank sentral siap untuk melakukan lebih banyak lagi jika diperlukan.

"Dewan Pemerintahan siap sepenuhnya untuk meningkatkan ukuran program pembelian asetnya dan menyesuaikan komposisi mereka, sebanyak yang diperlukan dan selama diperlukan," kata ECB dalam sebuah pernyataan.

Stimulus yang dikenal sebagai pelonggaran kuantitatif itu dirancang untuk menjaga sistem keuangan tetap likuid di tengah kekhawatiran investor.

Dapat diketahui, saham global kompak mengalami bearish atau anjlok. Bank-bank sentral di seluruh dunia pun turun tangan menyiapkan stimulus darurat untuk menopang ekonomi dan pasar dalam menghadapi ancaman resesi di seluruh dunia.

"(Bank sentral Eropa) akan mengeksplorasi semua opsi dan semua kemungkinan untuk mendukung ekonomi melalui goncangan ini," kata ECB dalam sebuah pernyataan.

Sebagian besar wilayah Eropa sedang 'terkunci' karena wabah virus corona tak terbendung. Industri pembuatan mobil dan penerbangan hampir sepenuhnya ditutup. Banyak toko, bar, restoran, dan tempat-tempat umum lainnya terpaksa ditutup.

ECB mengatakan program pembelian aset akan berlangsung setidaknya sampai 2020. Selain pembelian aset, bank sentral akan mengabaikan persyaratan kelayakan yang ada untuk pembelian surat utang Yunani, karena ekonomi negara itu sangat rapuh.

Selain surat utang pemerintah, ECB mengatakan akan membeli surat berharga komersial dari perusahaan swasta, termasuk lembaga non-bank untuk memberikan perusahaan akses ke pinjaman jangka pendek. Surat berharga komersial memungkinkan perusahaan untuk melakukan penggajian dan mendapatkan dana untuk kebutuhan sehari-hari lainnya.



Simak Video "Trump Sindir The Fed Hanya Pengekor"
[Gambas:Video 20detik]
(toy/eds)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikfinance.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com