BI Pede Perbankan RI Kuat Tahan Gempuran Corona

Sylke Febrina Laucereno - detikFinance
Rabu, 01 Apr 2020 08:01 WIB
Seorang petugas mengangkut uang rupiah di sentra kas Bank BRI, di Jakarta, Rabu (28/8/2013). Melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat membuat beban utang luar negeri bertambah. File/detikFoto.
Foto: Rachman Haryanto

Pertumbuhan Kredit

Data uang beredar yang diterbitkan BI menyebutkan kredit perbankan pada Februari 2020 tercatat Rp 5.544 triliun tumbuh 5,5% lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya 5,7%,

Perlambatan penyaluran kredit terjadi baik pada debitur korporasi maupun perorangan.

Suku bunga kredit pada Februari 2020 tercatat 10,42% turun 5 basis poin dibandingkan periode Januari 2020 sebesar 10,47%. Penurunan ini seiring dengan penurunan suku bunga acuan BI 7 days reverse repo rate.

Kemudian likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) pada Februari 2020 tercatat Rp 6.115,5 triliun.

Angka ini tumbuh 7,9% year on year lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya 7,1%.


Dalam keterangan BI disebutkan peningkatan M2 ini disebabkan oleh peningkatan seluruh komponennya, baik uang beredar dalam arti sempit (M1), uang kuasi, maupun surat berharga selain saham.

Kemudian M1 tercatat meningkat menjadi 8,6% dari sebelumnya 7,9%. Ini disebabkan oleh pertumbuhan uang kartal serta giro rupiah.

Posisi uang kartal di masyarakat (di luar perbankan dan BI) pada Februari 2020 tercatat Rp 608 triliun atau tumbuh 6,6% dibandingkan periode bulan sebelumnya 6,4%.

Halaman


Simak Video "Transaksi Dinar-Dirham Bisa Dibui, Ini Kata Pedagang Pasar Muamalah"
[Gambas:Video 20detik]

(kil/ang)