TKI Juga Dapat Fasilitas Tunda Bayar Pokok dan Bunga KUR

Danang Sugianto - detikFinance
Selasa, 07 Apr 2020 15:40 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Pemerintah akan menjangkau hingga masyarakat lapisan terbawah untuk memberikan bantuan di tengah wabah Covid-19. Salah satunya dengan memberikan fasilitas penundaan pembayaran pokok dan bunga dari Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan, fasilitas itu juga akan diberikan kepada nasabah KUR UMKM sebanyak 11,9 juta nasabah. Termasuk juga untuk 22 ribu TKI yang juga mendapatkan fasilitas keringanan tersebut.

"Kita juga memberikan untuk KUR 11,9 juta UMKM, termasuk 22.000 TKI yang akan mendapatkan fasilitas penundaan pokok dan bunga dari KUR ini," ujarnya saat konferensi pers virtual, Selasa (7/4/2020).

Fasilitas keringan ini termasuk juga diberikan kepada sektor pertanian. Selain itu nasabah Pembiayaan Ultra Mikro (UMi) dan Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar) yang berjumlah 11,4 juta nasabah juga akan mendapatkan fasilitas yang sama.

"Jadi maksudnya dari seluruh anggaran pemerintah ini betul-betul akan dibuat agar yang tadi disampaikan oleh Pak Halim, tidak ada rakyat yang tidak mendapatkan. Dan kita terus memperbaiki data basenya sehingga seluruh program bansos dan bantuan UMKM betul-betul target bisa dipenuhi," tambahnya.

Sekadar informasi, pemerintah menyiapkan anggaran belanja dari APBN 2020 untuk penanganan dampak wabah Covid-19 sebesar Rp 405,1 triliun. Dari anggaran itu Rp 110 digunakan untuk jaring pengaman sosial.



Simak Video "Sri Mulyani Beri Program Penjaminan Kredit Rp 100 T"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)