ADVERTISEMENT

Benarkah Koperasi Indosurya Tak Berkaitan dengan Indosurya Grup?

Danang Sugianto - detikFinance
Senin, 13 Apr 2020 11:51 WIB
Pengembalian Uang Korupsi Samadikun

Kepala Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta Toni Spontana (tengah) menyerahkan secara simbolis kepada Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman A. Arianto (ketiga kanan) uang ganti rugi korupsi Bantuan Likuidasi Bank Indonesia (BLBI) dengan terpidana Samadikun Hartono di Gedung Bank Mandiri, Jakarta, Kamis (17/5/2018). Mantan Komisaris Utama PT Bank Modern Samadikun Hartono terbukti korupsi dana talangan BLBI dan dihukum 4 tahun penjara serta diwajibkan mengembalikan uang yang dikorupsinya sebesar Rp 169 miliar secara dicicil. Grandyos Zafna/detikcom

-. Petugas merapihkan tumpukan uang milik terpidana kasus korupsi BLBI Samadikun di Plaza Bank Mandiri.
Foto: grandyos zafna
Jakarta -

Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta beberapa waktu terakhir namanya santer terdengar. Koperasi ini tenar bukan karena prestasi, tapi karena gagal bayar terhadap nasabahnya dan melakukan PHK massal.

Keriuhan ini membuat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) angkat bicara. OJK menegaskan tidak bertanggung jawab atas kejadian itu lantaran bukan kewenangan OJK memberikan izin koperasi.

Tak hanya itu OJK juga menilai bahwa Koperasi Simpan Pinjam Indosurya tidak memiliki hubungan formal hukum dengan Grup Indosurya. Sementara grup konglomerasi keuangan itu berisi berbagai jenis perusahaan yang kegiatannya masuk dalam kewenangan OJK, seperti manajer investasi, asuransi hingga sekuritas dan bank perkreditan rakyat (BPR).

OJK yakin hal itu lantaran dengan melihat bahwa tidak ada kantor cabangan KSP Indosurya Cipta yang bersamaan dengan Grup Indosurya. Lalu benarkah hal itu?

Menurut toolkit funding Indosurya Group yang didapat detikcom, dalam profilnya, grup konglomerasi ini memperkenalkan 9 perusahaan yang dinaunginya. Salah satunya termasuk Indosurya Simpang Pinjam (ISP) nama dari Koperasi Simpan Pinjam Indosurya Cipta.

ISP diperkenalkan sebagai instansi di bawah pengawasan Kementerian Koperasi. Bidang usahanya funding dan pembiayaan usaha.

ISP didirikan berdasarkan akta pendirian no, 84 tgl 27 September 2012 dengan pengesahan melalui keputusan Dinas Koperasi Usaha Mikro, Kecil dan Menengah dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta no. 430/BH/XII.1/1.829.31/XI/2012.

Menurut informasi dari sumber detikcom, sejak awal berdiri ISP sebenarnya kantor cabangnya menyatu dengan Indosurya Inti Finance. Baru sekitar pertengahan 2019 cabang ISP dipisahkan.

"Dipisahkan sepertinya memang sudah disiapkan," ucap sumber tersebut.



Simak Video "Awal Mula Patricia Gouw Investasi di KSP Indosurya hingga Rugi Rp 2 M"
[Gambas:Video 20detik]
(das/fdl)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT