Pemerintah Bisa Cetak Uang Terus Dibagi-bagi ke Rakyat, tapi...

Hendra Kusuma - detikFinance
Jumat, 24 Apr 2020 18:30 WIB
Desain Baru Uang Rupiah
Ilustrasi/Foto: Maikel Jefriando

Sementara pengamat ekonomi, Piter Abdullah menyebut cara 'mencetak uang' itu bisa dilakukan, meski dia menilai ada risiko yang harus dihadapi pemerintah usai melakukan hal tersebut.

Risiko yang dimaksud adalah lonjakan inflasi. Namun dia menilai risiko tersebut masih bisa diatasi oleh pemerintah.

"Risikonya adalah kenaikan inflasi, tapi menurut saya risiko kenaikan inflasi ini tidak besar, masih manageable," kata Piter saat dihubungi detikcom, Jakarta, Jumat (24/4/2020).

Oleh karena itu, dirinya pun menilai cetak uang untuk memenuhi kebutuhan dana penanggulangan virus Corona pun bisa dilakukan dan wajar.

Sementara Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad mengatakan langkah mencetak uang akan berdampak buruk bagi sektor moneter nasional. Meskipun langkah mencetak uang itu bisa dilakukan.

"Karena, pencetakan uang itu hanya menambah money supply, kalau terlalu banyak maka uang yang beredar banyak, penduduk pegang uang banyak, kalau dipegang banyak, maka daya membeli kita akan turun, maka uang yang beredar akan menjadi inflasi, dan nilai riil barangnya menurun, ini yang sisi moneter kurang bagus," kata Tauhid.


(hek/eds)