Jangan Harap Ekonomi Cepat Bangkit Imbas Corona, Ini 3 Alasannya

Hendra Kusuma - detikFinance
Kamis, 30 Apr 2020 10:38 WIB
U.S. President Donald Trump announces Jerome Powell as his nominee to become chairman of the U.S. Federal Reserve in the Rose Garden of the White House in Washington, U.S., November 2, 2017. REUTERS/Carlos Barria
Jerome Powell/Foto: Reuters
Jakarta -

Virus Corona alias COVID-19 telah menyerang banyak negara namun antivirusnya belum juga ditemukan. Penyebaran virus yang berasal dari Wuhan, China ini sudah menghantam laju perekonomian global.

The Fed atau bank sentral Amerika Serikat (AS) menyatakan pemulihan ekonomi yang terhantam Corona tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Apalagi pihaknya akan melanjutkan kebijakan stimulus jangka menengah.

"Ini antara sekarang dan jangka panjang," kata Gubernur The Fed, Jerome Powell seperti yang dikutip dari CNN, Kamis (30/4/2020).

Dia menyebut ada tiga alasan mengapa The Fed menilai pemulihan ekonomi tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat. Pertama, waktu penanggulangan virus Corona tidak bisa ditentukan atau penuh ketidakpastian. Kedua, Ekonomi AS rusak parah, banyak masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan kehilangan keterampilan, sehingga membuat mereka sulit mengawali kariernya. Ketiga, krisis global yang akan membebani ekonomi AS.

"Tools The Fed untuk mengatasi masalah-masalah ini tidak sempurna," catat Powell.

Powell menilai Ekonomi AS akan kembali pulih hanya saja membutuhkan waktu yang lama. Sebab guncangan ekonomi saat ini menjadi salah satu yang terbesar. Penurunan ekonomi dikarenakan peningkatan pengangguran.

"Kita akan melalui fase di mana kita mulai membuka kembali perekonomian, dan mungkin kegiatan ekonomi akan meningkat karena belanja konsumen meningkat," jelasnya.

Hanya saja, Powell menilai hal tersebut tidak berarti bisa memulihkan ekonomi negeri Paman Sam dengan cepat.

"Sampai mereka yakin bahwa virusnya benar-benar terkendali, maka mereka agak enggan untuk melakukan kegiatan tertentu. Mungkin perlu beberapa waktu untuk kembali untuk kembali ke tingkat pengangguran normal," ungkapnya.



Simak Video "The Fed Waspadai Ancaman Virus Corona Terhadap Ekonomi Global"
[Gambas:Video 20detik]
(hek/ara)